Dugaan Penyalahgunaan Air PDAM Pada Program DD Desa Sukosari Lor Berujung Damai

0

Bondowoso| Sketsaonline. com – Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dalam arti Dana Desa dikucurkan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah bukan mendatangkan masalah seperti yang terjadi di Desa Sukosari Lor Kec. Sukosari.

Selasa (11/09) salah satu Petugas PDAM Sukosari yang bertugas menguntrol tiap minggu menemukan bukti langsung penyalahgunaan Air PDAM Unit Sukosari ke bangunan Paving di Rt. 19 Dusun Nangka tanpa melalui meteran alias nyuri.

Melihat adanya indikasi pencurian Air milik PDAM Akhirnya petugas tersebut membawa salah satu Perangkat Desa yang bertugas menangani program DD Desa Sukosari Lor yakni , Kartono ke Kantor PDAM Unit Sukosari untuk di mintai keterangan.

Akan tetapi hingga kini kasus dugaan pencurian Air milik PDAM Sukosari yang digunakan untuk pembangunan paving itu belum ada tindak lanjut terkait konsekwensi hukumnya walaupun sudah benar-benar merugikan Daerah.

Kaur PMD, Karnoto membenarkan adanya kejadian tersebut, namun menurutnya, ” Kami tidak tahu perkembangan kasusnya seperti apa, tadi pak Kades dan orang Suruannya sudah menemui pihak PDAM, dan aliran pipa itu sudah Kami betulin, ” Ujarnya Kamis (12/09) kepada Sketsa online.

Senada dengan yang dikatakan oleh Pj. Kepala Desa Sukosari Lor yakni, Saiful Bahri, kalau persoalan penyalahgunaan Air PDAM itu sudah selesai melalui musyawarah. ” Dan Kami sudah memerintahkan seseorang untuk memperbaiki pipa tersebut. ” Katanya melalui WhatSapp.

Hal ini juga ditegaskan oleh Wawan Bagian Tehnis PDAM Unit Sukosari, dirinya membenarkan kalau antara pihak PDAM dengan Pemerintah Desa sudah clear, ” Dalam arti proses selesai dengan musyawarah kedua pihak. ” Ungkapnya.

Sementara itu, kekesalan Warga nampak jelas dengan adanya kejadian itu, sebut saja M (inisial), berdasarkan penuturannya kepada media ini, Dirinya merasa tercoreng sebagai salah satu Tokoh.

” Bagaimana tidak?, Dana Desa merupakan anggaran yang cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Desa danPeningkatan kwalitas hidup Manusia serta penanggulangan Kemiskinan, Masak Air untuk membangun Paving di Rt. 19 tersebut harus nyuri dari PDAM, lantas kasus tersebut selesai hanya dengan Musyawarah, tanpa sanksi hukum, ada apa ini, ” Ujarnya.

Mirisnya lagi ungkap M, ” Belum selesai Paving yang di lokasi Rt. 19 malah dihentikan dan pindah ke lokasi yang ada di Lapangan, disitu juga belum pindah lagi ke Rt. 16, dengan dalih tidak ada bahan, padahal kalau Kita berfikir secara logika, kalau memang bahan tidak cukup kenapa tidak fokus ke 1 titik saja, sehingga tidak terkesan asal asalan. Lantas kemana pihak yang berkompetent dibidang Dana Desa kok malah terkesan adanya pembiaran ketika ada persoalan di tingkat Desa, ini aneh dan sangat aneh. ” Tukasnya menggelengkan kepala. ( Bam” S )