Duh, Masih Ada Mobil Dinas Digunakan Untuk Kepentingan Pribadi

0

Pacitan, Sketsaonline.com,– Pengawasan terhadap penggunaan kendaraan dinas plat merah di Pacitan di luar jam kedinasan dinilai masih lemah. Hal itu dibuktikan dengan masih terdapatnya pejabat yang diduga masih menggunakan kendaraan operasional dinas untuk kepentingan pribadi.

Menurut keterangan dari berbagai sumber yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, penggunaan kendaraan dinas di luar jam kerja tersebut salah satunya oleh PNS yang hendak mengikuti proses seleksi calon komisioner KPU Pacitan, yang saat ini memasuki tahap akhir.

Untuk diketahui, dari 40 pendaftar calon anggota KPU Pacitan, kini menyisakan 23 nama yang lolos seleksi di zona IV Jawa Timur wilayah Kabupaten Pacitan. Pada proses tahapan seleksi tersebut yang menjadi perhatian masyarakat yakni adanya penggunaan kendaraan dinas di luar jam kerja.

Beberapa saksi menyebutkan bahwa mobil dinas dengan plat merah dengan nomor dua digit tersebut berjenis Toyota Innova berwarna hitam. Kendaraan tersebut ditemukan terparkir di halaman kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional 2 Surabaya, saat berlangsungnya tes komputer (CAT) bagi calon komisioner KPU.

“Saat pulang, saya tahu beliau (pejabat pemilik mobil) duduk di samping sopir. Dan ada beberapa calon peserta tes lainnya yang ada di dalam mobil tersebut,” terang salah seorang saksi yang juga peserta tes.

Menurut saksi tersebut, bahwa kendaraan pelat merah itu adalah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan. Karena, terdapat kode dengan nomor polisi tertulis AE ** XP.

“Setahu saya bahkan ada yang memfoto. Yang memfoto juga peserta tes lainnya. Tetapi sepertinya sudah ada komunikasi antara si pemfoto dan pemilik mobil,” ujarnya.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Generasi Bela Masyarakat Indonesia (GBMI), Badrul Amali, S.H, M.H., ia mengatakan, dugaan penggunaan fasilitas negara oleh salah satu peserta seleksi berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut sangat tidak elok, karena memanfaatkan fasilitas kedinasan yang masih melekat untuk digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Ini tidak elok jika ASN menggunakan fasilitas daerah bukan untuk kepentingan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara. Terlebih seleksi KPU ini kan untuk kepentingan pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan urusan pemerintah,” kata Badrul Amali, kepada Sketsaonline.com, Senin (20/05/2019).

Menurutnya, sikap oleh oknum ASN itu bisa menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat. Pihaknya juga meminta pemangku kebijakan untuk bersikap maupun memberikan tindakan nyata terkait hal tersebut.

“Kami berharap ada teguran nyata oleh Bapak Bupati karena perilaku oknum PNS itu tidak baik untuk ditiru, dengan harapan agar kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, ditemui di tempat berbeda Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Suko Wiyono saat dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi tersebut. “Hingga saat ini belum ada informasi masuk. Nanti saya cek,” katanya singkat. (Sigit).