Eksekusi Lahan Tol Cijago Sesi 2 Diwarnai Ketegangan dengan Warga

0

Depok – Pelaksanaan eksekusi Jalan Tol Cisalak-Jagorawi (Cijago) Sesi 2 diwarnai kericuhan dengan warga saat hendak melakukan eksekusi rumah warga RT. 04/RW. 22 Kelurahan Bhakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, karena ada penolakan dari warga yang terdampak proyek pembangunan Jalan Tol tersebut.

Bahkan, upaya komunikasi antara Tim Eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Depok yang dipimpin Panitera I. R. Sophan Girsang didampingi Panmud Perdata Eko Suharjono dan Panmud Hukum Hartanto menjadi alot saat seorang warga melempar batu besar ke arah beko yang sedang merobohkan rumah warga.

Namun, insiden itu dapat langsung diantisipasi oleh aparat gabungan Kepolisian, TNI dan Satpol PP bersama Jurusita PN Depok Kurnia Imam Risnandar dan Irwan Maulana.

“Amankan, amankan. Jangan melawan seperti itu,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiharto yang langsung sigap di lokas eksekusi, Senin (10/12/2018).

Saat melihat seorang warga hendak diamankan sehingga memicu warga lainnya untuk berupaya menahan aparat sambil melindungi warga yang hendak diamankan tersebut karena telah melemparkan batu ke arah beko.

Atas insiden itu, Ketua RT. 04/RW. 22 Kelurahan Bhakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Edi Syahril mengatakan bahwa warga menolak eksekusi dikarenakan belum menerima uang pembayaran yang dititipkan di PN Depok.

“Bukannya kami menolak eksekusi. Kami belum menerima uang ganti rugi. Kalau kami sudah menerima uang ganti rugi, kami akan kosongkan sendiri. Kami tidak mau melawan,” tutur Edi.

Ia memaparkan bahwa ada 14 Kepala Keluarga hingga saat ini masih belum mendapatkan uang ganti rugi makanya menolak proses eksekusi.

Selain itu, Edi menambahkan, warga menolak eksekusi juga dikarenakan belum adanya putusan inkrah yang berkekuatan hukum tetap tapi warga sudah diminta harus mengosongkan tanah yang sudah puluhan tahun ditinggali warga.

“Proses hukumnya masih berjalan. Masih blum ada putusan inkrah yang berkekuatan hukum tetap. Kami juga belum menerima uang ganti rugi. Disini ada 14 Kepala Keluarga yang belum menerima uang ganti rugi tersebut,” ujarnya.

Namun, seluruh barang milik warga yang sempat dikeluarkan dari dalam rumah secara satu persatu oleh Tim Eksekusi PN Depok, dimasukin kembali oleh warga yang akhirnya, semua barang milik warga berhasil dikeluarkan keseluruhan.

Hal itu terjadi usai Kabag Ops Polresta Depok Kompol Agung menyatakan agar warga tidak melawan jalannya eksekusi. Selanjutnya, pukul 11.00 wib alat berat berhasil menghancurkan satu rumah yang sempat melakukan penolakan eksekusi tersebut. (jim)