GIMANA CARANYA BERPIKIR KRITIS? (CRITICAL THINKING)

0

Apa itu Berpikir Kritis? Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional, memahami hubungan logis antar ide. Pemikiran kritis telah menjadi subyek banyak perdebatan dan pemikiran sejak zaman filsuf Yunani awal seperti Plato dan Socrates dan terus menjadi subyek diskusi hingga zaman modern, misalnya kemampuan untuk mengenali berita palsu.

Berpikir kritis dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk terlibat dalam pemikiran reflektif dan mandiri. Intinya, berpikir kritis mengharuskan kita menggunakan kemampuan kita untuk bernalar. Ini tentang menjadi pembelajar yang aktif daripada penerima informasi yang pasif. Pemikir kritis mempertanyakan ide dan asumsi dengan ketat daripada menerimanya begitu saja.

Mereka akan selalu berusaha untuk menentukan apakah ide, argumen, dan temuan mewakili keseluruhan gambar dan terbuka untuk menemukan bahwa mereka tidak mewakili. Pemikir kritis akan mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah secara sistematis daripada dengan intuisi atau naluri.

Seseorang dengan keterampilan berpikir kritis dapat:

– Pahami hubungan antar ide. Tentukan pentingnya dan relevansi argumen dan ide. Kenali, bangun, dan hargai argumen.

– Identifikasi inkonsistensi dan kesalahan dalam penalaran. Dekati masalah dengan cara yang konsisten dan sistematis.

– Renungkan pembenaran atas asumsi, keyakinan, dan nilai mereka sendiri.

Berpikir kritis adalah memungkin dalam keadaan yang disadari oleh pemikir. Dalam bahasa sehari-hari, ini adalah cara berpikir tentang apa pun yang saat ini memenuhi pikiran Anda sehingga Anda sampai pada kesimpulan terbaik.

Oleh : Nelly sumarni Mahasiswi STEI SEBI