HAN, Walikota Depok : Kampung Siaga Covid-19 Tingkat RW, Garda Terdepan Hadapi Persoalan Keluarga

0

Depok – Walikota Kota Depok Muhammad Idris mengatakan Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA) ini sudah dinobatkan sebelumnya. Saya mengapresiasi dengan kota ramah anak dalam rangka Hari Anak Nasional, meskipun kritikannya dari KPAI tentang masalah kejadian -kejadian yang merugikan anak-anak.

Menurutnya kota Depok yang posisinya di tengah-tengah kota besar jika terjadi kekerasan terhadap anak tidak menganggap biasa, kita harus mengangkat sesuatu.

Seperti kejadian saat ini ada Bapak kandung melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya. itu kan KTP Jakarta di sini ngontrak di pinggir Ciliwung, hal ini ada kasus masalah keluarga.

“Jadi permasalahan ketahanan keluarga ini yang harus kita tekankan untuk mengurangi kejadian-kejadian yang kita tidak sukai”ujar Idris usai menghadiri Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Kembang Depok (23/7)

Selain itu lanjut Idris, pemerintah telah membuat program kampung siaga covid-19 ditingakat RW dan akan kita lanjutkan untuk membantu pemerintah berbasis RW ditingkat Kecamatan.

” karena kampung Covid di wilayah inilah menjadi garda terdepan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di kota Depok”ujar Idris

Dikesempatan sama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menuturkan, adanya permintaan Aris Merdeka Sirait Ketua KPAI dan Kak Seto yang meminta untuk mengkaji ulang kota layak anak, ya itu sah-sah saja.

‘ kalau ingin dikaji ulang berangkat dari temuan dilapangan terkait penilaian dan perda itu sendiri. ya sah-sah saja”ujar Pradi

Menurutnya ,kompleksitas kota seperti depok, seperti persoalan sosial kriminal dan lainya pasti terkadang naik turun.

Ini perlu ketegasan entah dari undang-undang atau kerjasama dari beberapa pihak seperti menyiapkan wadahnya atau menyiapkan sarana dan prasarana penunjang termasuk cctv atau mungkin sumber dana yang kita dorong lebih besar lagi.

Kegiatan masyarakat seperti di tingkat RW, bukan hanya di tingkat kecamatan saja. mana mungkin kita bisa dorong melalui dana APBD yang akhirnya bisa menyadarkan masyarakat. Apakah sekarang kurang? Ya perlu klita dorong lagi Kedepanya.ujar Pradi

Dikatakannya ,Persoalan kota layak anak bukan hanya sarana saja yang kita siapkan tapi semua pihak, bukan hanya keluargamya saja, tapi para orang tua juga yang memang bertanggungjawab pada lingkungan.

Maka dikelurahan harus sosialisasi kongkrit kerja nyata harus kita dorong dengan anggaran yang sudah ada, terutama di tingkat RT dan RW.

Kita akan dorong tempat main bersama dan kumpul bersama, sehingga tau warga bermain dengan siapa, kenal tetangganya itu salah satu upaya agar bisa berempati terhadap lingkungan. Papar Pradi ( Dris)