Hardiono Imbau Kegiatan MPLS dilakukan Secara Daring

0
Foto : Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono

Depok – Sekretaris Daerah (Sekda) Hardiono menanggapi berkenaan dengan adanya laporan tentang aktifitas sekolah kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan proses pembelajaran di masa Pandemi-19

Dikatakannya bahwa saat ini kota Depok masih berada ditingkat kewaspadaan dilevel zona kuning fase pandemi covid-19, berharap pihak sekolah untuk pelaksanaan MPLS harus menggunakan metode daring untuk mencegah penularan covid-19 di wilayah sekolah.

“Mungkin pihak sekolah belum membaca surat edaran pak Walikota atau larangan yang dikeluarkan pihak KCD” ujar Hardiono dihubungi sketsa (13/7/2020)

Menurut Hardioni kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online adalah upaya pencegahan penularan/penyebaran covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)

“Walikota sudah mengeluarkan surat edaran (SE)No .420 /338-Huk/Disdik ,tentang Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease T2019 di kota Depok bahwa sekolah sejak paud hingga SMA dan semua lembaga pendidikan non formal untuk melakukan daring sejak 13 Juli hingga 18 Desember 2020. Artinya selama satu semester” jelas Hardiono.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan semua pihak dunia pendidikan khususnya di kota Depok untuk mematuhi peraturan terkait pelaksanaan KBM Tahun Ajaran 2020/2021.

“Saya berharap semua stake holder pendidikan agar memperhatikan itu (peraturan), begitu pun dengan pihak Disdik untuk terus lakukan sosialisasi secara masif sehingga tidak ada lagi seperti yang terjadi SMA Negeri 2” tandasnya.

Sebelumnya, Walikota Depok Mohammad Idris meminta kepada semua insan pendidikan untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Salah satunya dengan melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui metode belajar dari rumah (BDR) yang akan dilaksanakan mulai 13 Juli sampai 18 Desember 2020.

“Adapun masa pengenalan lingkungan sekolah dan pengenalan bakat minat siswa akan diselenggarakan pada tanggal 13 – 17 Juli 2020 dan harus dilaksanakan secara online,” kata Idris dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/7/2020).

untuk tingkat SMA/SMK, larangan kegiatan tatap muka tak hanya dikeluarkan oleh Wali Kota Depok namun juga dari Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah II Bogor-Depok Aang Karyana.(dot)