Hindari Jadi Korban Asusila, Kapolda Imbau Orang Tua Pantau Perkembangan Anak

0

Jatim – Berbagai kasus kriminal asusila melibatkan anak-anak sebagai korbannya. Guna menghindari agar anak tidak menjadi korban, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengimbau agar orang tua terus memerhatikan dan memantau perkembangan anak.

Hal itu ditegaskan Kapolda saat ditemui di Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (22/2) usai merilis kasus tindak asusila yang terjadi di wilayah Surabaya. Ia menegaskan, selain perhatian orang tua terhadap anak sangat penting, jenderal polisi bintang dua tersebut juga meminta orang tua selalu waspada terhadap lingkungan sekitar anak. “Bisa jadi pelaku asusila adalah orang dekat. Seperti kasus di Surabaya ini, pelaku adalah guru sekolah si anak itu sendiri,” ungkapnya.

Kapolda pun merilis kasus yang menyerah MSH, seorang guru SDIT Ar Rayyan Surabaya atas berperilaku bejat nya. Tersangka yang merupakan seorang pendidik ini melakukan pencabulan terhadap 65 korban yang masih anak didiknya.

Irjen Pol Machfud menyatakan, kasus ini terungkap saat wali murid sedang berkumpul di Aula sekolah, dan kepala sekolah kemudian memberitahukan perbuatan yang dilakukan pelaku dan wali murid kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Jatim.

Adapun modus yang dilakukan pelaku adalah sewaktu dia menjabat sebagai wali kelas IV yakni sejak tahun 2013 sampai 2017. Tersangka mengaku sering bernasfu dan tidak bisa terbendung begitu melihat anak kecil. “Lalu tersangka melakukan pencabulan terhadap para korban, bahkan tersangka juga menunjukkan kemaluan tersangka kepada anak dengan disaksikan murid lainnya. “Perbuatan dilakukan tersangka di berbagai tempat, ada di kelas, kolam renang, di mobil,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan, untuk tindakan hukum terhadap tersangka akan dijeratkan pasal yang paling tinggi dan akan ditambahkan sepertiga dari hukuman. Terlebih lagi tersangka adalah seorang pendidik yang mestinya melindungi murid-muridnya.

Sementara tersangka MSH mengaku jika ia melakukan seperti itu karena dimasa lalunya juga pernah menjadi korban pencabulan. MSH juga membantah jika korban yang ia cabuli adalah 65 orang. “Sebenarnya nggak sebanyak itu, yang lain cuma ikut-ikutan saja,” ujarnya. yok/ning