Ikan Layang Menjadi Primadona Pelabuhan Pasongsongan di Awal Tahun 2021

0

jatim – Menutup bulan Januari 2021, produksi Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Pantai  (UPT PPP) Pasongsongan menunjukkan hasil yang cukup baik, sekalipun berada di tengah pandemi.

Sekalipun sedang mengalami musim barat ditambah lagi pandemi covid-19 yang juga belum berakhir, jumlah kapal yang melakukan bongkar di pelabuhan perikanan Pasongsongan sejumlah 60 armada.

Berdasarkan penjelasan dari pihak pelabuhan, mayoritas kapal di Pelabuhan Pasongsongan  menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, yakni pancing tonda dan purse seine dengan kapal berukuran 10-20 GT. Kapal dengan alat tangkap purse seine dengan ukuran 10-20 GT berjumlah 87 buah kapal, sedangkan kapal yang lebih kecil berukuran <7 GT dengan alat tangkap pancing tonda berjumlah 20 buah kapal. ” Tuturnya.

Ia juga menambahkan terhitung dari tanggal 1 hingga 27 Januari proses operasional kapal menghabsikan konsumsi 11.400 Liter solar serta 475 Liter bensin, jumlah produksi perikanan pelabuhan Pasongsongan sebesar 35.633 Kg dengan tafsiran total nilai produksi sebesar Rp 614.104.000,-.

Pelabuhan yang terletak di Kabupaten Sumenep Madura ini, diwacanakan akan menjadi  pelabuhan perikanan induk bagi pelabuhan-pelabuhan perikanan di Madura Kepulauan. Terdapat 126 .pulau yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumenep, dan hanya 48 pulau atau 38% yang berpenghuni.

” Dengan potensi yang luar biasa tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknisnya yakni Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepelabuhanan demi kemudahan masyarakat pesisir, khususnya yang
bermata pencaharian sebagai nelayan. ” Ujarnya.

Ikan hasil produksi tangkapan didominasi oleh ikan pelagis kecil, didapati produksi bulan Januari 2021 didominasi oleh ikan layang (Decapterus sp) dengan total produksi sejumlah 16.588 Kg
atau sebesar 46,55% dari total volume produksi. Ikan manyung (Arius thalassinus) berada pada posisi kedua dengan total volume produksi sebesar 4.150 Kg atau 11,65% dari total volume produksi. Ikan layur (Trichiurus lepturus) berada di posisi ketiga dengan total produksi sejumlah 3.380 Kg atau sebesar 9,49% dari total volume produksi.

Menyusul di posisi keempat yakni ikan selar kuning
(Selaroides leptolepis) dengan total volume produksi sebesar 3.172 Kg atau sebesar 8,9% dari total volume produksi. Ikan kembung (Rastrelliger sp) berada di posisi kelima dengan total volume produksi sejumlah 1.092 Kg atau sebesar 3,06% dari total volume produksi. Selanjutnya ikan tongkol (Euthynnus
affinis) dengan total produksi sebesar 586 Kg atau sebesar 1,64% dari total volume produksi dan terakhir adalah ikan tembang (Sardinella sp) dengan total 559 Kg atau sebesar 1,57% dari total volume
produksi. Puncak hasil tangkapan berada pada tanggal 27 Januari dengan hasil tangkapan sebesar 7.127 Kg dan hasil tangakapan terendah berada pada tanggal 22 Januari dengan total hasil tangkapan
sebesar 208 Kg.

Ningsih/Yoyok