Ini Metode Pelaksanaan Pilkada Depok dimasa Pandemi Covid-19

0

Depok – Perhelatan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) kota Depok tahun 2020 segera dilaksanakan. Metode pelaksanaan kampanye dimasa pandemi covid-19 fase adaptasi kebiasaan baru yang bisa dilaksanakan oleh pasangan calon, yang berbeda adalah harus menerapkan protokol kesehatan.

Ketua KPU Depok Nana Sobarna mengatakan pelaksanaan kampanye tahun 2020 masih sama dengan metode kampanye pada pilkada sebelumnya. Hanya saja yang membedakannya adalah adanya penerapan protokol kesehatan untuk semua tahapan.

“Jadi Pilkada di tengah pandemi ini kita betul-betul menerapkan protokol kesehatan, itu menjadi kunci utama yang membedakan dengan pilkada sebelumya”,ujar Nana saat bincang santai bersama awak media di Cafe Bumi Wiyata Margonda Depok (27/08).

Adapun lanjut Nana pada saat masa Kampanye, pasangan calon pun masih bisa menggunakan metode pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, debat publik, kemudian kegiatan kampanye lainnya seperti rapat umum dan lain sebagainya. Methode Pilkada ini masih sama yang membedakan hanya harus menggunakan protokol kesehatan

Dikatakannya, Untuk pasangan calon yang ingin mengadakan kegiatan pertemuan terbatas dengan menggunakan metode mengumpulkan orang dalam ruangan (indoor), ini harus benar-benar menerapkan protokol kesehatannya cek suhu, pakai masker, kemudian handsanitezer dan jaga jarak.

Selain itu Protokol kesehatan disaat Debat publik yang akan dilaksanakan, kalau dulu menggunakan pendukung masing-masing pasangan calon, kalau saat ini hanya orang orang tertentu saja yang bisa terlibat.

Kemudian, Protokol kesehatan disaat Rapat Umum atau dilapangan, itu masih boleh juga, asal kecamatan atau wilayahnya oleh gugus tugas dikatakan zona hijau.

Protokol kesehatan itu yang akan menjadi objek pengawasan Bawaslu dan Jajaran, selain itu dalam item kampanye ini lebih cenderung diupayakan virtual, seperti zoom meeting.

Setelah kampanye, lanjut Nana, di TPS ada hal-hal yang berbeda walaupun mekanismenya tetap sama. Kita akan melakukan kegiatan kegiatan yang berbeda yaitu kita akan melakukan C6 (Surat pemberitahuan untuk mencoblos/undangan) dengan mengatur durasi jam kedatangan memilih.

Sebelum TPS dibuka akan dilakukan semprot desinfektan. Pemilih yang datang dengan tidak menggunakan masker akan diberikan masker dan sarung tangan. Di TPS juga akan ada ada jarak minimal 1 meter, paku untuk alat coblos akan disemprot secara berkala, untuk penggunaan tinta saat ini dengan di tetes.

Ditegaskan pula kepada masyarakat Depok agar tidak perlu khawatir akan integritas kami sebagai penyelenggara, kami memastikan akan sesuai dengan ketentuan, kami akan mengedepankan integritas independensi, karena prinsip kami penyelenggaraan pilkada ini akan baik dimulai dari penyelenggaranya yang baik.

Ia juga menyampaikan bahwa kita akan menyelenggarakan ini sesuai dengan ketentuan, mengedepankan kode etik yang memang itu menjadi suatu keharusan bagi kami.

Tugas sosialisasi bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga tugas semua stakeholder yang dimana itu ada pemerintah daerah, partai politik, pasangan calon termasuk media sebagai pilar dari demokrasi dan menjadi tugas kita semua bagaimana kita bisa menyampaikan hal-hal kepada masyarakat untuk bisa datang ke TPS, karena itu kami ingin meminta bantuan kepada semua pihak dan rekan media untuk bekerjasama menjalankan protokol kesehatan ini. Papar Nana.(DOT)