Ir. Karyadi, MM : Sinergitas Pelaku Usaha Bersama Stakeholder untuk Tingkatkan Produksi dan Produksivitas Tebu dan Gula

0
Foto : Kepala Dinas Perkebunan provinsi Jawa Timur (jatim), Ir. Karyadi, MM

Jatim – Kepala Dinas Perkebunan provinsi Jawa Timur (jatim), Ir. Karyadi, MM menjelaskan Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik dengan sasaran tercapainya swasembada gula untuk konsumsi rumah tangga.

Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tebu guna mendukung keberhasilan Program Swasembada Gula Nasional, Jawa Timur melaksanakan Program Akelarasi Peningkatan Produktivitas Gula Nasional, sekaligus mengimplementasikan program Jatim Agro dari Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur.

“Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur terus meningkatkan komoditas tebu dengan melakukan perencanaan dan kebijakan teknis pembangunan perkebunan di Jawa Timur melalui penerapan hasil kajian dan penelitian” yang sesuai dengan kondisi Jatim, katanya kepada wartawan (18/11).

Selain itu lanjut Karyadi, pihaknya juga terus memberi pembinaan dan fasilitasi kepada petani tebu, antara lain : perluasan tebu; program bongkar ratoon dan rawat ratoon, pengembangan benih unggul; fasilitasi sarana dan prasarana; dan sinergitas antara kebun serta pengolahan.

Menurutnya, seluruh pelaku usaha tebu dan pergulaan, baik petani sebagai pemasok bahan baku maupun pihak pabrik gula yang melakukan pengolahan serta Dinas Kabupaten yang membidangi perkebunan di seluruh Jawa Timur tentu memiliki keinginan yang sama, yaitu meningkatkan produksi dan produktivitas tebu dan gula.

“untuk bisa meningkatkan areal serta memperbaiki kebun, kuncinya adalah usaha tebu ini harus menguntungkan bagi petani. Ketika usaha tani itu menguntungkan, ya pasti petani lebih semangat semangat untuk melakukan perluasan , serta memperbaiki kebun atau tanamannya. “Dengan membongkar lahannya menjadi lebih baik, itu tentu produksinya akan meningkat “, ungkap Karyadi.

Adapun untuk dapat menguntungkan usaha tani tebu, tentunya harus kita pacu bagaimana lebih efisien. untuk peralatan semua kita mendukung seperti mekaniksasi yang sudah lengkap.

Oleh karena itu tinggal mendorong bagaimana pelaku usaha pertebuan ini sinergi dengan stakeholder pertebunan untuk bisa mengembangkan tebu di Jawa Katanya

Lebih jauh Karyadi mengungkapkan, produksi gula nasional itu 2.223.000 ton, sedangkan kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga secara nasional sebanyak 2.850.000 ton, jadi defisitnya ± 600.000 untuk nasional. Mau tidak mau kekurangannya ya harus impor. Kalau Jatim produksinya 1.046 000 ton (2019), tapi konsumsi Jatim hanya 450. 000 ton. Jatim surplus gula untuk nasional sekitar 600. 000 ton.

“Kami berusaha dan berdoa semoga swasembada gula nasional bisa tercapai, sehingga masalah impor gula bisa segera terselesaikan dengan baik dan Jatim bertekat untuk berpartisipasi mensukseskan program swa sembaada gula nasional” tandas Karyadi. (Yoyok)