Irjen Zulkarnain Kecam Tindakan Anggotanya yang Tembak Bripka Rachmat Hingga Tewas

0
Irjen Zulkarnain saat memberikan keterangan pers di rumah Bripka Rachmat, Permata Tapos Residence, Sukamaju Baru, Depok, Jumat (26/7) siang.

Depok – Kepala Korps Polairud Baharkam Polri, Irjen Zulkarnain Adinegara, mengecam tindakan anak buahnya, Brigadir Rangga Tianto (32), yang menembak Bripka Rachmat Effendy hingga tewas saat lepas tugas.

Brigadir Rangga merupakan anggota Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Baharkam Polri.

Irjen Zulkarnain mengatakan, seharusnya Brigadir Rangga tidak membawa senjata saat tidak sedang bertugas di Ditpolairud Mabes Polri.

“Kalau itu kan tidak bertugas dia, seharusnya tidak boleh bawa senjata. Kecuali tugas, misalnya lagi patroli di laut. Sedang diperiksa juga apakah ada surat izinnya,” kata Irjen Zulkarnain saat melayat ke rumah duka tempat Bripka Rachmat, di Permata Tapos Residence, Sukamaju Baru, Depok, Jumat (26/7) siang.

Disebutkan Zukkarnain, berdasarkan prosedur, anggota Polri yang memiliki senjata harus terlebih dahulu menjalani psikotes.

Psikotes itu pun, jelas dia, harus dilakukan tiap dua tahun sekali.

“Tidak sekali tes saja. Bisa saja perkembangan kebiasaan seseorang, dan hubungan sosialnya berpengaruh pada kejiwaan seseorang,” bebernya.

“Kalau dilihat dari kronologis, sangat, dari sembilan butir di selongsong, tujuh butir katanya dikeluarkan. Itu kebiasaan yang bagaimana artinya. Kita hukum harus ditegakan, kita proses, dan kita pastikan yang salah, salah,” tegas Zulkarnain.

Untuk itu, lanjut dia, pihak Divisi Propam Mabes Polri tengah memeriksa kejiwaan Brigadir Rangga.

Sedangkan kasus kriminalnya ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Zulkarnain kembali menegaskan, bahwa setiap anggota yang tidak sedang bertugas haram membawa senjata api.

“Ya, jelas itu (tidak boleh bawa senjata saat tidak bertugas). Bertugas saja saat patroli. Patroli kita pun itu di laut,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono sendiri telah membenarkan peristiwa itu. (Dot)