Jaga Stabilitas NKRI, Dandim Depok Singgung Sinisme Cebong dan Kampret

0
Suasana ngopi bareng Sekber warawan dengan Dandim 0508/Depok di aula Makodim 0508/Depok, Jumat (18/01/2018). (Foto: Boy).

DEPOK – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508/Depok Letkol Inf Eko Syah Putra Siregar mengajak seluruh wartawan untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keutuhan NKRI jelang perhelatan Pemilu serentak 2019 mendatang.

Hal ini dikatakannya saat menjadi narasumber di acara ngobrol pintar dan inspiratif (Ngopi) bareng dengan Sekretaris Bersama (Sekber) wartawan Depok di aula Makodim 0508/Depok, Jumat (18/01/2019) malam.

Menurut Dandim, peran pers sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keutuhan NKRI pada penyelenggaraan Pemilu 2019. Yakni melalui literasi dan narasi yang positif.

Untuk itu, pria yang akrab disapa bang Regar ini, meminta kepada teman-teman pers agar tidak memberikan berita-berita hoaks kepada masyarakat. Karena hoaks merupakan ancaman bagi keutuhan NKRI.

“Untuk menjaga stabilitas dan keutuhan, seyogianya, sebaiknya, kita mendukung terselenggaranya, penyelenggaraan pemilu ini dengan isu-isu yang positif dan membangun. Sehingga tidak menimbulkan gesekan-gesekan yang menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” kata Regar, dihadapan 40 insan pers yang menghadiri acara ngopi bareng.

Pada ngopi bareng yang bertemakan “Menjaga Stabilitas Dan Keutuhan NKRI Dalam Pelaksanaan Pemilu 2019”, Regar juga sempat menyinggung sinisme yang dibangun oleh dua kubu pendukung kontestan Pilpres. Yakni kecebong dan kampret.

Di media sosial, muncul sebutan bagi pendukung Joko Widodo, yaitu kecebong dan pendukung Prabowo kerap disebut kampret.

Menurut perwira lulusan Akmil 2001 ini, fenomena sosial yang kerap digunakan kedua kubu pendukung tersebut, merupakan salah satu hal yang dapat menggagu stabilitas dan keutuhan NKRI dalam Pemilu 2019.

“Istilah cebong dan kampret ini, kerap digunakan di medsos oleh kedua pendukung untuk saling menjatuhkan. Ini juga salah satu yang dapat menggagu stabilitas,” paparnya.

Karena itu, ia meminta kepada semua elemen, untuk tidak lagi mempergunakan labelisasi cebong dan kampret, dan juga tidak saling hujat menghujat diantara kedua kubu pendukung.

“Mari kita hilangkan istilah-istilah yang tidak lazim digunakan dan tidak sesuai etika. Berkampanyelah dengan positif, sehingga penyelenggaraan pemilu 2019 nanti berjalan damai,” kata Regar. (Boy)