Jelang Idul Adha, Sekolah Relawan Depok Hadirkan Inovasi Alternatif dalam Berkurban

0

Depok – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H yang semakin dekat, Sekolah Relawan kota Depok mengelar program Obsesi Qurban sebagai bentuk kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sesama, baik di dalam maupun di luar negeri.

Obsesi Qurban yang diinisiasi oleh Sekolah Relawan tersebut menghadirkan inovasi alternatif dalam berkurban, yang aman serta tepat sasaran.

Ceo Sekolah Relawan, Dony Aryanto memaparkan bahwa Obsesi Berkurban hadir sebagai alternatif masyarakat yang ingin berkurban, namun khawatir akan ancaman penyebaran Covid-19 dengan adanya kerumunan.

“Dalam program ini kita menghadirkan cara kurban yang aman dan tentunya tepat sasaran kepada saudara-saudara kita di kota sampai ke pelosok Nusantara,” kata Dony kepada sketsa di Wakaf Kopi Jl. Seledri No. 138 Perumnas Depok Utara, Beji, Depok (03/7).

Dikatakan Dony didalam program ‘Obsesi Berkurban’ terdapat lima inovasi. diantaranya Safari Qurban, Sedekah Qurban, Kado Lebaran Qurban, Dapur Raya Qurban dan Qurban Luar Negeri.

“Safari Qurban merupakan program pelaksanaan qurban di pelosok daerah yang belum pernah merayakan ibadah qurban sebelumnya.

“Insya Allah akan dilaksanakan di pulau Tunda,” katanya.

Kemudian program selanjutnya adalah sedekah Qurban yang merupakan bentuk solidaritas sesama untuk saling membantu saudara muslim yang terobsesi berqurban namun terkendala biaya.

“Seperti seorang mantan preman yang sudah hijrah menjadi marbot di Cirebon, ingin berqurban namun belum memiliki uang yang cukup. Melalui program sedekah qurban, kami bersama orang baik Indonesia membantu mereka untuk bisa berqurban,” katanya.

Kemudian lanjut Dony, program kado Lebaran Qurban ditujukan untuk memuliakan dan membahagiakan kaum dhuafa yang membutuhkan di hari raya qurban dengan memberi kado lebaran qurban berupa daging hewan qurban, minyak, beras, saus, kecap, santan kemasan, dan bumbu pelengkap.

“Kalau dapur Raya Qurban, program solidaritas warga di suatu daerah untuk bersama-sama memaknai ibadah qurban yang sesungguhnya. Tak hanya sekadar mendapatkan daging mentah, namun masyarakat juga diberikan olahan daging matang untuk mereka santap bersama kelaurga,” katanya.

Terakhir, Dony menjelaskan untuk Qurban Luar Negeri nantinya akan ditujukan untuk menyasar ummat Muslim di tiga negara konflik dan krisis pangan yakni Yaman, Uganda dan Rohingya.

“Tahun ini, Sekolah Relawan menargetkan ada 1.000 Hewan Qurban yang bisa disalurkan ke 27 wilayah sentral dan pelosok di 4 negara,” pungkasnya. (dotje)