Jelang New Normal, Surabaya Raya Perkuat Kampung Tangguh hingga Pasar Tangguh

0

Jatim – Memasuki masa transisi menjelang new normal, wilayah Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan kabupaten Sidoarjo, berkomitmen untuk memperkuat kampung tangguh bahkan hingga pasar tangguh.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 350 kampung tangguh sebagai garda terdepan dalam menekan angka dan melawan penyebaran Covid-19.

hal ini dikatakan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, saat Penandatanganan Kesepakatan Komitmen Bersama memasuki transisi new normal oleh tiga kepala daerah (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya, ia telah menyiapkan protokol di semua lini untuk menghadapi transisi new normal.

“Tugas ini tidak mudah, tapi terpaksa kami lakukan mengingat warga Surabaya harus melanjutkan kehidupan mereka untuk mencari nafkah,” kata Risma

Menurut Risma, Pemkot tetap berkomitmen melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan penanganan tiga T (testing, tracking, dan treatment). Dia mengklaim penularan Covid-19 mengalami tren penurunan sesuai hasil tracing.

“Kami berkomitmen untuk berusaha dan mencegah penularan Covid-19. Kami tetap melakukan tracing. Meskipun rapid test yang kami lakukan hasilnya menurun. Ini sedang menyiapkan 280 warga untuk swab yang ketiga. Kalau bisa keluar hasilnya, mudah-mudahan 250 bisa pulang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengundang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir dalam peluncuran Kampung Tangguh Jogo Suroboyo yang dilakukan mulai hari ini.

“Mohon ijin Ibu Gubernur, kalau berkenan nanti malam kami dan Bapak Kapolda melaunching 35 Kampung Tangguh Jogo Suroboyo di wilayah Tanjung Perak, besok 350 Kampung Tangguh Jogo Suroboyo, Mal Wani Jogo Suroboyo, Pasar Wani Jogo Suroboyo, Tempat Ibadah Wani Jogo Suroboyo, dan Industri Wani Jogo Suroboyo.

Kami juga melauching Sekolah Wani Jogo Suroboyo meskipun belum masuk. Kami komunikasi dengan Kepala Sekolah dan Wali Murid untuk menyusun protokol,” katanya.

Selain penyerahan Perwali dan Perbub tentang protokol transisi new normal di Surabaya Raya, tiga Kepala Daerah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik juga menandatangani pakta integritas bersama Gubernur dan Forkopimda Jatim.

Dalam waktu dekat, Risma akan melaunching kampung tangguh, mal tangguh, pasar tangguh, industri dan tempat ibadah dengan slogan Wani Jogo Suroboyo.”Kita juga akan melaunching sekolah, meski belum masuk, kita akan siapkan bersama agar menjadi sekolah wani jogo Suroboyo,” tutur Risma.

Sementara itu, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, telah menyiapkan draft Perbup untuk meningkatkan protokol kesehatan Covid-19 di Kabupaten Gresik.

Dalam transisi new normal life nanti, kata Sambari, pegakkan protokol kesehatan menjadi harga mati untuk masyarakat Gresik. Pengetatan protokol kesehatan ini akan dimulai dari Pasar Tangguh, Desa Tangguh, Perusahaan Percontohan, dan Tempat Ibadah Percontohan.

“Sanksinya sudah kami siapkan di dalam Perbup. Pasti penegakan protokol kesehatan lebih bagus,” katanya.

Hal yang sama juga akan dilakukan Kabupaten Sidoarjo. Menurut Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, salah satu upaya yang terus dilakukan adalah melalui sejumlah penguatan desa-kelurahan dengan kampung tangguh akan lebih ditingkatkan lagi.
Dengan begitu, kata Cak Nur, upaya memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 akan bisa cepat terselesaikan.

Melalui dukungan masyarakat yang semacam itu, menurut Cak Nur, angka kasus virus korona akan bisa segera menurun., sehingga pada saat itulah kehidupan new normal akan dapat dijalani masyarakat.

Yoyok