Jenis-Jenis Risiko Perbankan Syariah di Indonesia

0

Oleh : Juharati Dinia (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI)

Menurut Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 pada pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa, perbankan syariah meruapakan sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah dan unit usaha syariah, mencangkup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Bank sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki fungsi sebagai lembaga intermediasi (intermediary) atau sebagai perantara antara satuan satuan kelompok masayarakat atau unit-unit ekonomi yang mengalami kelebihan dana (suplus unit) dengan unit-unit yang lain yang megalami kekurangan dana (deficit unit) oleh karena itu, bank berkewajiban untuk selalu menghimpun dan meyalurkan dana untuk di investasikan dalam bentuk kredit dan pembiayaan.

Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah sebuah sistem perbankan yang melaksanakan kegiatanya berdasarkan hukum islam (Syariah). Bank syariah sebagai lembaga Pembiayaan yang melakukan aktivitasnya sesuai dengan Syariat islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits. Ini merupakan salah satu hal yang dapat membedakan antara bank syariah dan bank konvensional.

Pembahasan menegenai risiko adalah membahas tentang pencegahan terkait apa yang mungkin dapat terjadi dimasa yang akan datang. Dimensi risiko adalah sesuatu yang dapat dikalkulasikan dan ketidakpastian tentang relitas yang akan terjadi dikemudian hari.

Oleh karena itu sebagaimana dunia bisnis yang berbentuk kelembagaan seperti Bank syariah juga sangat memerlukan tahapan untuk menyelesikan suatu aktifitas dan melangkah secara pasti untuk menyelesaikan permasalahan dan kendala yang sering terjadi sebagai bentuk pencegahan

Adapaun jenis-jenis risiko yang ada pada perbankan syariah adalah melekat pada fungsi bank syariah itu sendiri yaitu :

Risiko pembiayaan/kredit

Risiko pembiayaan ini dapat disebabkan dengan adanya kegagalan mitra pengimbang (counterparty) dalam pelaksanaan uttuk memenuhi kewajiban yang telah disepakati antara pihak bank dan pihak nasabah sesuai pada akad transaksinya.

Risiko terkait produk pembiayaan terbagi menjadi dua yaitu mengidentifikasi dan menganalisis dampak dari selururuh risiko nasabah sehingga keputusan yang diambil sudah memperhitungkan risiko yang ada berdasarkan akad Mudharabah, Ijarah, salam, dan istisna’. atau Dikenal dengan istilah Natural Certainty Contracts (NCC) kemudian mengidentifikasi dan menganalisis dampak selururh risiko nasabah sehingga keputusan yang diambil sudah memperhitungkan risikko yang ada berdasarkan akad mudharabah dan musyarakah dikenal dengan istilah Natural Uncertainty Contracts (NUC).

Risiko Pasar

Risiko pasar merupakan risikko pada pordi neraca dan rekening administratif karena terjadinya perubahan harga pasar, berupa perubahan nilai aset yang dapat perdagangkan atau disewakan. Mencangkup 4 hal yaitu :

– Risiko Benchmark rate : merupakan risiko akibat perubahan harga intrumen keuangan trading book yang disebabkan oleh perubahan surat berharga syariah.

– Risiko nilai tukar yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar valuta asing atau perubahan harga emas

– Risiko komoditas yang disebabkan oleh perubahan harga komoditas

– Risiko ekuitas yang disebakan oleh perubahan harga saham

Risiko Operational

Risikooperasional adalah risiko ketidak cukupan dan tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan atau adanya kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional bank.

Ada tiga faktor Yang menjadi penyebab timbulnya risiko ini, pertama Infrastruktur seperti terknologi, kebijakan lingkungan, pengamanan, perselisihan. Kedua proses yang terjadi, dan sumber daya

Risiko operasional mencangkup lima hal antara lain yaitu:

– Risiko reputasi : risiko reputasi disebabkan oleh adanya publikasidan persepsi negatif atau terkait dengan bank

– Risiko kepatuhan : risiko kepatuhan ini adalah risiko yang disebebkan oleh tidak dipatuhinya ketentuan-ketentuan yang ada baik internal maupun ekternal bank. Dan risiko kepatuhan ini juga yang membedakan antara bank islam dan bank konvensional

– Risiko strategis : risiko kepatuhan ini disebabkan oleh adanya penetapan dan pelaksanaan strategi bank yang tidak tepat atau bank tidak mematuhi dan tidak dapat melaksanakan perubahan prundang undangan dan ketentuan lain yang berlaku

– Risiko hukum : resiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan yuridis, seperti adanya tuntutan hukum, tidak adanya peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perjanjian seperti tidak terpenuhinya syarat dan kontrak yang tidak sempurna.

Dari pemaparan diatas tentu manajemen risiko pada bank islam memiliki karakter yang berbeda dengan bank konvensional, terutama dengan adanya jenis-jenis risiko yang khas dan melekat untuk beroperasi secara syariah.