KADES PAGUAN ANGKAT BICARA TERKAIT MOLORNYA PEMBANGUNAN RTLH DI DANA DESA

0

BONDOWOSO|Sketsaonline. Com – Terlambatnya pencairan Dana Desa (DD) 40 persen tahap III tahun 2018 yang semestinya September sudah bisa dicairkan akan tetapi berbeda dengan yang terjadi di Desa Paguan Kec. Taman Krocok anggaran tersebut baru bisa dicairkan pada bulan Nofember 2018.

Sehingga hal ini berimbas pada pembangunan yang ada di desa khususnya pekerjaan fisik yakni RTLH sebanyak 4 Unit dan kegiatan lain yang sebelumnya sudah dianggarkan di APBDes 2018.

Kepada Desa Paguan Kec. Taman Krocok, ” M. Hanan ” mengatakan kalau dirinya khawatir dengan lambatnya pencairan DD ini, pasalnya semua pembangunan fisik di desa tersebut akan terkendala bahkan akan tertunda.

” Padahal ada kegiatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni yang sudah di anggarkan di APBDes tahun 2018 ini, Ironisnya ke 4 Rumah itu sudah di bongkar dan dianggarkan di DD tahap III, Kita tetap mematuhi aturan dan juga memperhatikan sisi kemanusiaan, ” Kata M. Hanan dalam keterangan Persnya Kamis (11/01) di Balai Desa Paguan.

Terpisah, salah satu penerima manfaat yaitu Pak. Mus Warga Rt.05 rw.01 Desa Paguan menuturkan kalau proses pembangunan RTLH itu tidak bisa dihentikan apapun alasannya, ” Pertama adalah faktor hujan yang menjadi pertimbangan, kedua menyangkut persoalan kesehatan, apa ia dengan kondisi rumah yang sudah dibongkar mau dihentikan dan dilanjutkan pada tahun ini yang belum diketahui kapan anggaran tersebut bisa direlokasikan lagi, masak tedunggah ekoburen, ” Tuturnya versi madura.

Sementara itu, Camat Taman Krocok ” Sueharto, menegaskan, bahwa upaya pembinaan telah ia lakukan dengan langkah mengumpulkan semua kepala desa di wilayah tersebut bagi yang sudah selesai fisiknya agar Spj ADD dan DD segera diserahkan ke kecamatan paling lambat tanggal 09 Desember 2018, ” Dan kalau masih ada fisik yang belum terselesaikan sampai akhir tahun 2018 agar disilvakan dan dilanjutkan tahun ini, terkecuali Desa Paguan yang kendalanya ada pada RTLH dan kami mendaedline sampai dengan 31 Januari 2019 fisik maupun Spj yang Desa Paguan sudah benar-benar rampung dan segera diverifikasi oleh tim kecamatan untuk selanjutnya diserahkan ke Kabupaten. ” Ujarnya.

Prihal adanya pemberitaan disalah satu media terkait Desa Paguan yang mengatakan kalau dirinya bungkam, ” Itu hak Mereka mau menagatakan apa dan bagaimana, tapi apakah etis kalau seorang jurnalis mau konfirmasi melalui Watshaap tanpa mendatangi atau atau kata lainnya apa gitu, seperti anda hari ini mau konfirmasi terkait Dana Desa apa Kami diam dan ngak memberi keterangan kepada anda mulai tadi tidak kan..tentunya anda yang lebih tahu etika seorang jurnalis. ” Tukasnya kepada Sketsa saat ditemui dikediamannya. (Bam” S).