Kadisdik : Pemahaman Program Merdeka Belajar Bukan Berarti Ujian dihapuskan

0
Kepala Dinas Pendidikan Depok saat laksanakan Forum Renja .

Depok – Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok M Thamrin menjelaskan bahwa, Pemahaman program Merdeka Belajar bukan berarti ujian dihapuskan. Terlebih untuk tingkat SD nantinya akan ada standardisasi oleh Disdik Kota Depok dengan memberikan kisi-kisinya kepada SD, dan memfasilitasi tenaga pendidik dalam menyusun soal-soal.

Menurutnya salah satu pokok kebijakan dalam program Merdeka Belajar terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Tahun ini, untuk ujian diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Begitu juga untuk penilaian kelulusan, akan dinilai dari sejumlah aspek. Antara lain portofolio berupa penilaian terhadap karakter anak, prestasi non akademi, serta adapula penugasan, dan USBN itu sendiri.ujar Thamrin saat dihubungi sketsa Rabu (19/02/20).

Selain itu untuk kebijakan kedua pada Merdeka Belajar, lanjut Thamrin, terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk SMP Negeri dipastikan akan melakukannya dengan Berbasis Komputer (UNBK). Serta UN untuk SMP dipastikan tahun ini untuk yang terakhir kalinya.

“Menyikapi kebijakan Merdeka Belajar dari pusat, kami berupaya hati-hati sekali menerapkannya. Kami ingin meluruskan bahwa ujian tidak dihapus, namun seperti yang dijelaskan tadi SD dikembalikan ke sekolah masing-masing, SMP melaksanakan UN untuk yang terakhir kalinya,” jelasnya.

Namun demikian lanjut Thamrin, Disdik menyambut baik program Merdeka Belajar inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah awal untuk mencapai sistem pendidikan yang lebih baik.

“Semoga dengan adanya program ini kualitas pendidikan di Kota Depok semakin lebih baik lagi,” tutup Thamrin. (DOT)