Kasat Pol PP Depok akan Tindak Tegas Tempat Hiburan Malam Nekat Jual Miras Bahkan Buka Melebihi Jam Oprasional

0
Foto Ist : Kasat Pol PP kota Depok

Depok – kota Depok kembali masuk zona merah, Pemkot Depok telah perpanjang PSBB Proporsional, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang telah diberlakukan sejak 27 Oktober 2020, namun hal itu tak digubris oleh pelaku usaha dikota Depok

Salah satunya tempat hiburan malam dikawasan jalan raya bogor secara terang-terangan nekat menyediakan minuman keras (Miras) bahkan buka hingga menjelang subuh dan tidak taat untuk patuhi protokol kesehatan

Berdasarkan pantauan wartawan, salah satu tempat hiburan malam yang masih terlihat bebas beroperasi berada di kawasan jalan raya Bogor tersebut adalah Kafe K yang berlokasi tepat diseberang Hotel kawasan Jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos.

Kafe tersebut meyediakan miras dan beberapa pekerja wanita berpakaian seksi terlihat bebas buka sampai menjelang subuh tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Bahkan ketika dikonfirmasipun DR selaku pengelola sekaligus pemilik Kafe K terkesan arogan dan mengaku tidak takut dengan Satpol PP Kota Depok.

“Laporkan saja. Emang saya takut”, ketus pengelola kafe kepada sejumlah wartawan, Rabu (28/10/2020) dini hari.

Di waktu berbeda Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny menegaskan akan menindak tempat hiburan malam (kafe) yang menjual Minuman keras bahkan buka melebihi jam operasional yang telah ditetapkan

Berdasarkan informasi yang didapat bahwa masih ada Kafe yang membandel pihaknya tak segan-segan akan menindak secara tegas sesuai peraturan yang ada

‘Secara tegas memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan tindakan dan pengawasan kembali terhadap tempat hiburan yang masih nekad jual miras hingga buka melebihi jam operasional ” tegas Lienda, dihubungi via what app Rabu (28/10/2020).

Terpisah, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj yang mendapati informasi tersebut, terlihat geram.

Menurut Dandim tempat hiburan yang nekat membuka usahanya melebihi batas waktu yang ditetapkan apalagi sengaja melanggar protokol kesehatan akan segera ditindak.

“Saya akan follow up dan kerahkan tim untuk memonitor tempat tersebut. Saya juga mendapati informasi bahwa di tempat itu sering berkumpul oknum-oknum anggota (TNI-Polri).

“Saya akan berikan sanksi tegas kepada siapapun anggota saya yang berani memberikan perlindungan terhadap tempat-tempat maksiat di Kota Depok”, tegas Dandim yang juga sebagai tim Satgas pencegahan penyebaran Covid-19 Kota Depok ini.

Berdasarkan informasi yang di dapat dari masyarakat, ada lebih dari satu tempat usaha hiburan malam yang beroperasi di Ruko yang berada di seberang Hotel dikawasan Jalan raya Bogor

Selain kafe, ada juga karaoke dan panti pijat yang membuka usahanya di ruko-ruko tersebut.

Pemilik tempat usaha itu juga terbilang nekat karena berani membuka usahanya sampai menjelang subuh dalam setiap harinya.

Padahal pemerintah sudah mengeluarkan pembatasan jam malam di Kota Depok, dimana aktivitas warga maksimum dibatasi sampai pukul 21.00 WIB, sedangkan aktivitas untuk tempat usaha sampai pukul 20.00 WIB.

“Tempat-tempat hiburan malam seperti itu bisa menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Apalagi mereka kerap terlihat berkumpul berdekatan tanpa mengenakan alat pelindung diri seperti masker” ujar Jalil, salah seorang warga Tapos yang mengaku geram dengan adanya kafe penjual miras tersebut.

Dirinya berharap Satgas penanganan Covid-19 di Kota Depok segera memberikan tindakan tegas supaya dapat mencegah penyebaran kasus Covid-19 yang lebih luas di Kota Depok.

“Kalau perlu, tutup sajalah tempat-tempat maksiat seperti itu. Bikin resah warga saja”, tandas Jalil. (***)