Kasatpol PP Depok Apresiasi Iktikad Baik Penghuni Lahan UIII 

0
Warga penghuni lahan UIII membongkar bangunannya secara sukarela, Selasa (12/11/2019).

DEPOK – Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdiany mengapresiasi itikad baik warga untuk membongkar dan mengosongkan bangunan mereka yang berada di lahan pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cisalak, Sukmajaya, Depok.

“Iya, kami sangat mengapresiasi itikad baik warga yang membongkar bangunan dan mengosongkan lahan secara sukarela,” kata Lienda kepada wartawan, Selasa (12/11/2019).

Menurut Lienda, upaya warga membongkar dan mengosongkan bangunan secara sukarela, tentu sangat meringankan petugas dalam pelaksanaan penertiban.

“Tentunya ini sangat meringankan kegiatan penertiban yang akan dilakukan besok. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah kooperative dalam masa-masa penertiban lahan bagi pembangunan kampus UIII,” ujar Lienda.

Sebelumnya, pada Senin (11/11/2019) kemarin, Tim Terpadu penertiban lahan pembangunan kampus UIII, membuka ruang dialog dengan warga yang menempati lahan milik Kementerian Agama RI itu.

Akhirnya dengan memperhatikan aspek sosial dan kemanusiaan, Tim Terpadu memutuskan untuk memberikan waktu kepada warga yang masih menempati lahan tersebut untuk membongkar sendiri bangunannya.

“Hari ini tadinya kami akan melakukan penertiban, hanya saja mereka (warga) ingin ada ruang dialog terlebih dahulu, kami akomodir itu. Atas saran dari Kapolres (Depok) dan Kuasa Hukum Kemenag kami menerima ruang dialog dari mereka,” ujar Lienda di lokasi penertiban.

Di tempat yang sama, kuasa hukum Kementerian Agama, Misrad menambahkan, dengan mempertimbangkan situasi dilapangan, penertiban yang seyogyanya dilakukan sejak pagi hari akhirnya ditunda hingga Rabu (13/11/2019).

Kuasa Hukum Kementerian Agama, Misrad menambahkan, dengan mempertimbangkan situasi dilapangan, penertiban yang seyogyanya dilakukan sejak pagi hari akhirnya ditunda hingga Rabu.

Dalam jangka waktu satu hari itu pihaknya memberikan tenggat waktu kepada warga yang masih menempati lahan tersebut untuk mengosongkan dan membongkar sendiri bangunannya. Sementara dari pihak Satpol PP dan Kementerian Agama telah menyediakan sebanyak 20 unit truk untuk membantu proses pembongkaran bagi warga yang hendak mengangkut barang-barangnya ke tempat lain.

“Dengan mempertimbangan situasi di lapangan, bahwa mereka ternyata komunikasi dengan kita, mereka besok akan membongkar bangunannya sendiri. Dengan itu Kapolres dan Kasatpol PP bersama pihak kami sepakat untuk memberikan waktu. Untuk hari rabu apabila belum dilakukan pembongkaran, maka kita yang akan melakukan pembongkaran,” kata Misrad. (Boy)