KEKUATAN IKHLAS LEBIH DAHSYAT EFEKNYA

0

Ikhlas adalah amalan hati yang dimana harus ada dalam setiap amal kita, ikhlas pula terjadi karena suatu proses amal hati yang dipengaruhi oleh amal yang terus menerus kita lakukan, Allah berfirman dalam surat Al-Bayyinah ayat 5 yaitu:

“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali beribadah dalam keadaan ikhlas menjalankan agama yang bersih dari syirik”(QS:Al-Bayyinah:5)

Dalam bahasa aqidah, ikhlas masuk dalam kategori aqidah uluhiyyah, artinya meyakini allah dengan segenap perasaan dan sikap cinta, takut, patuh, rindu dan lainnya, dengan menanamkan sikap tersebut dalam kehidupan kita Allah akan menumbuhkan sikap tangguh dan tegar dalam menghadapi perihal kegetiran dalam hidup

Karena hakikatnya Allah tidak akan menguji suatu hambanya melainkan sesuai dengan kesanggupan hambanya, ketika kita sudah cinta dengan Allah hal-hal apapun yang Allah berikan kepada kita, kita akan menganggap bahwa ini adalah bukti cintanya Allah, Dia ingin melihat hambanya kuat disisi lain Dia akan selipkan pahala untuk kita, tetapi jangan berharap ada cinta dari Allah kalau kita tidak banyak bersama Allah dengan berdzikir dan ketaatan kepadanya.

Rasa cinta seperti inilah yang menghadirkan rasa ikhlas yang dalam, ciri-ciri keikhlasan yaitu:

  • Berlangsungnya amal dalam waktu yang panjang sampai akhir hayat.
  • Sama saja baginya antara pujian dengan kritikan.

Pujian tidak menambah semangat dan kebanggan terhadap dirinya, kritikan pun tidak mengurangi semangat apalagi sampai menghentikan amal.

Keiklasan ini hanya ada dalam diri manusia yang sudah terjalin cinta yang dalam dengan Allah ketika beramal tidak tergantung kepada makhluk. Jadi, cinta yang murni akan menghasilkan keikhlasan.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam proses menuju ikhlas, yaitu:

  • Berusaha terus mendekatkan diri kepada Allah.
  • Harus ada mujahadah dan melatih diri untuk bergantung hanya kepada Allah. Mengapa? Karena bila berharap kepada mahkluk tidak akan memberikan kepuasan dan kebahagiaan hakiki.
  • Kita harus waspada dari godaan setan.

Maka jangan pernah ragu untuk melakukan hal apapun, karena iklas itu perkara antara diri kita dengan Allah.

Oleh: Nur Arviah Mahasiswi STEI SEBI