KEMACETAN DI PASAR NANGKAAN MENDAPAT KECAMAN DARI SALAH SATU WAKIL RAKYAT

0

BONDOWOSO| Sketsaonline. Com – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa Parkir liar yang ada di Jalan sekitar Pasar Nangkaan -Bondowoso telah menyebabkan kemacetan karena parkir liar yang dilakukan oleh para konsumen tersebut mempersempit ruas jalan sehingga beberapa kali menyebabkan penyumbatan arus lalu lintas di kawasan itu terutama saat pagi hari.

Satu di antaranya Y (Inisial) (36) yang sengaja memarkirkan motornya secara liar, hal itu dilakukannya lantaran tidak ada lahan parkir di kawasan tersebut. “Abisnya mau parkir dimana lagi, disini kan ga ada lahan parkir,” katanya Rabu (24/10).

Bahkan Penyempitan ruas jalan akibat parkir liar itu tentunya ditanggapi negatif oleh pengendara lainnya, salah satunya T (Inisia) (29).

Toni mengatakan mobilnya jadi sulit untuk melintasi jalan tersebut akibat terhalang sepeda motor yang keluar atau masuk parkir saat hendak beraktifitas.

“Jadi susah lah, kadang-kadang harus berebut jalan sama yang keluar masuk parkir, padahal disini jalannya udah sempit, ” Ujarnya kepada Sketsa.

Dirinya berharap, supaya disediakan lahan parkir dikawasan tersebut, hal tersebut agar ruas jalan tidak dipersempit dengan adanya parkir yang tak beraturan.

Bahkan kritik pedas tersebut juga sempat dilontarkan oleh salah satu warga sekitar pasar Nangkaan yakni Sinung Sudrajad, menurutnya, Sebagai warga Nangkaan saya menyarankan agar diraih solusi yang cerdas, bagaimana para pedagang bisa menjalankan aktivitasnya dengan enak, pembeli bisa nyaman dan pengguna jalan tidak terganggu.

” Tentunya hal ini diperlukan pemikiran bersama, diperlukan inovasi dan kreasi dan memindah Pasar itu bukan solusi, itu namanya malas berpikir, instan banget, sudahh bukan jamannya lagi. ” Ungkapnya secara terpisah.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD II Bondowoso itu juga menambahkan, ” Kalau selama ini Dinas terkait hanya bisa menjalankan tugas akan tetapi tidak mampu menciptakan kreasi dan inovasi pemikiran dan hal itu dibutuhkan kecerdasan serta dibutuhkan musyawarah untuk sebuah solusi. ” Imbuhnya. ( Bam” S ).