Kembang Kempis Pengusaha makanan ditengah Pandemi

0

Sejak wabah covid-19 merebak di Indonesia pada bulan maret lalu, perekonomian para pengusaha dibidang makanan menurun drastis. Apalagi saat pemerintah menginformasikan adanya peraturan untuk membatasi suatu kegiatan yang menimbulkan perkumpulan. Tentunya, peraturan itu diberlakukan adalah untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19 yang terus meningkat.

Banyak kegiatan-kegiatan yang dibatasi agar tidak terjadi perkumpulan seperti belajar, bekerja dan beribadah pun harus dilakukan di rumah. Tidak hanya itu, dibidang perdagangan pun banyak yang terpaksa harus ditutup bahkan karyawan pun tidak lagi bisa bekerja. Ketika semua kegiatan diluar rumah dibatasi (social distancing), tingkat perekonomian menurun, maka banyak masyarakat yang lebih memilih menyediakan stok makanan di rumah. Maka hal ini akan sangat berimbas terhadap bisnis kuliner.

Beberapa hari yang lalu, pemilik usaha “griya aqiqah karawang” sedikit mengeluhkan tentang usahanya yang makin hari makin menurun dikarenakan beberapa pengajian rutin diberhentikan (physical distancing) sampai wabah ini berakhir. Akhirnya beberapa pesanan cattering pun dibatalkan.

“saya harus menggaji karyawan, Saya harus membayar pengeluara-pengeluaran lainnya, tetapi pemasukan sampai tanggal segini pun tidak seperti biasanya. Semoga wabah ini cepat berlalu. ” ucap pemilik bisnis catering tersebut dengan lesuh menguatkan diri.

Dari keluhan tersebut, ide cemerlang mulai bermunculan. Bagaimana caranya agar tetap bisa mematuhi aturan pemerintah dalam masa pandemi ini namun bisnis kuliner pun tetap jalan.

Saya bantu keluhan bapak tersebut dengan membuat poster digital untuk mempromosikan usaha bapak melalui media sosial, agar masyarakat tahu bahwa bisnis tersebut bisa melayani mereka dengan selogan #dirumahaja, kami yang melayani kebutuhan kalian.

Melalui usaha yang kuat dalam mempromosikan usaha ini melalui ide baru yaitu mempromosikannya di media sosial dan selalu diiringi doa meminta pertolonganNya. Alhamdulillah dalam seminggu pemesanan berikutnya lebih banyak dibandingkan seminggu yang lalu.

“alhamdulillah bulan ini saya menggaji karyawandan omzet sudah mulai naik kembali.” papar Dia.

Oleh : Salsabila Khairunnisa mahasiswa semester 4 STEI SEBI