Ketua BARAK Depok :Paslon 02 Lebih Sempurna, Idris 5 Tahun Kuasai Kebijakan Imam 20 Tahun di Legislatif

0

Depok – Ketua Barisan Relawan Ka’bah (Barak) Kota Depok Prayanwar Wira Makmur angkat bicara terkait debat Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Depok yang telah diselenggarakan INews TV pada Minggu (22/11/2020).

Sejauh pengamatannya, Wira menilai pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono masih jauh lebih menguasai materi dibanding Pradi Supriatna-Afifah Alia.

Hal itu dia katakan berdasarkan hasil debat para paslon yang disampaikan masing-masing paslon.

Wira menyebut, Idris-Imam lebih menguasai sesi tentang materi tata kelola kota dibanding Pradi-Afifah. Hal itu kata dia, disebabkan Idris-Imam calon yang sudah saling melengkapi.

“Bagaimanapun, paslon Idris-Imam lebih sempurna. Idris sudah 5 tahun punya kuasa kebijakan, sedangkan Imam sudah lebih dari 20 tahun duduk di Legislatif, itu sudah cukup kan,” katanya kepada wartawan dibalaikota Depok (24/11)

Sedangkan kata dia, Paslon Pradi-Afifah kalah jauh dari berbagai sektor. Meski sebelumnya Pradi adalah wakilnya Idris, namun itu dia nilai tidak berpengaruh besar akan hasil dari kontestasi Pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

Wira juga ikut berkomentar terkait program kampanye kedua pasang calon. Meski sama-sama memiliki niatan baik bagi Kota Depok, Wira menilai program kampanye Idris-Imam dapat lebih diterima masyarakat, terutama kaum cendikia.

“Keduanya bagus programnya, namun kita harus menelaah mana program yang sekiranya lebih realistis untuk dilaksanakan,” paparnya.

Sebagai ketua Barak kami juga mengamati perhelatan politik dikota Depok. Dirinya menilai iprogram berobat gratis hanya menggunakan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) memungkinkan terjadinya benturan, terutama dalam ketetapan hukum Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menurut Undang-Undang.

“Rp. 500 juta untuk setiap RW saya rasa terlalu sulit dilaksanakan, karena pengelola keuangan negara paling dasar adalah kelurahan. Kalau di Kabupaten kan ada kepala desa, jangan juga terlalu nafsu dalam menrrapkan program kampanye,” bebernya.

Sementara kata dia, penambahan alokasi anggaran sebesar Rp. 5 miliar per-kelurahan dia sebut program kampanye yang lebih cerdas.

Hal itu sambung dia, karena kelurahan merupakan instansi negara terendar yang berhak mengelola keuangan negara.

“Iya dong, jelas keluarahan lebih sah secara hukum. Karena disana kan ada pendampingan hukum, jadi lebih sah dimata hukum,” tandasnya.

Lebih jauh Wira mengatakan diakhir debat publik Paslon Idris-Imam juga mengeluarkan poltik gagasan yang sangat baik yaitu meluncurkan Kartu Depok Sejahtera (Kades) dengan tujuh manfaat.

tujuh manfaat Kades tersebut, diantaranya BPJS gratis untuk masyarakat kurang mampu di Kota Depok,Termasuk didalamnya untuk para lansia, mudah-mudahan nanti bisa merambah ke seluruh RT, RW, LPM, guru, kader Posyandu dan PKK.

Kemudian pemegangang Kades juga akan mendapatkan bantuan sosial, beasiswa hingga perguruan tinggi.”Termasuk mendapatkan santunan kematian dan perbaikan rumah tidak layak huni.

Kami relawan Barak akan terjun kebawah informasikan kepada warga untuk memilih paslon Idris Imam dengan mendapatkan Kartu Depok Sejahtera,” tandas Wira. (Dot)