KETUM GP SAKERA GERAM PRIHAL RENCANA TAMBANG DI DESA KUKUSAN

0

Situbondo, | Sketsaonline – Acara musyawarah oleh pihak penambang tidak membuahkan hasil dan disepakati pertemuan lanjutan bahkan Masyarakat Kukusan meminta Kadis Lingkungan Hidup untuk turun ke desa Kukusan agar bisa melihat langsung kondisi alam desa Kukusan dan jangan hanya duduk di belakang meja.

Hal itupun juga ditegaskan oleh penggiat LSM kab. Situbondo yakni Syaiful Bahri. yang mendapatkan kuasa dan pengaduan dari Kades Kukusan beserta tokoh-tokoh masyarakat dalam pemaparannya merasa geram dengan statement moderator tersebut.

“Apa dasar moderator yang menyebutkan bahwa keterlibatan Kades di suatu wilayah yang akan mengajukan WIUP baru ada aturannya setelah 2017 padahal di tahun 2016 sudah ada Peraturan Gubernur tentang cara pengurusan WIUP“. Tuturnya.

“Jadi tolonglah Pejabat Publik jika omong harus menggunakan dasar agar tidak membuat statement yang membingungkan masyarakat”. Ungkap Syaiful.

“Dan yang jadi pertanyaan mendasar lagi imbuh ketua umum Gp Sakera itu, adalah Kadis DLH yang menyebutkan bahwa H Fathor rozi mengajukan UKL UPL padahal ijin lingkungan tersebut dalam kegiatan Penambangan yang harus mengacu kepada UU no 4 Tahun 2009 yang sangat jelas di dalamnya ijinnya harus AMDAL“. Imbuhnya.

Sementara itu, Sempat terjadi kericuhan dan suasana menghangat ketika Lukman Hakim memberikan pemaparan dan memancing emosi warga sehingga di berhentikan sementara oleh Kasat Reskrim Polres Situbondo dan mengingatkan kepada peserta musyawarah untuk menahan emosi.
( Hfz)