Ketum Gp Sakera Situbondo Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Bau Busuk Dari Limbah Tetes Tebu

0

Situbondo, | Sketsaonline.com-penampungan limbah tetes yang ada di Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo dikeluhkan warga sekitar dan Aktivitas warga yang lewat di sekitar penampungan limbah tetes.Warga yang terkena dampak bau limbah, mengaku sangat terganggu dengan keberadaan penampungan limbah tetes, karena bau yang ditimbulkan sangat busuk dan menyengat di hidung.

Apalagi ketika memasuki musim penghujan sehingga dampak lingkungan, baik bau atau pencemaran lingkungan lainnya, mengancam kenyamanan warga yang melintas, yang ingin menghirup udara segar.

Atas keluhan masyarakat yang di infokan di Grup Media Sosial Facebook atau Info Warga Situbondo ( IWS). Ketum Gp Sakera dan LPK ( Lembaga Pembrantas Korupsi ) langsung turun kelokasi ke penampungan limbah tetes yang berada di Desa Juglangan ( 10/10/19 ).

H Karim pemilik penampungan limbah tetes saat di konfirmasi Ketum Gp Sakera di via telepon mengatakan ” penimbunan tersebut akan segera di Bongkar dan akan di timbun tanah, akan tetapi pembongkaran tersebut di lakukan secara bertahap. Saya juga sudah konfirmasikan ke Polsek Panji dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo. Untuk memulai pembongkaran saya akan menugaskan H Rifai yang mengurus limbah tersebut, Ucapnya.

Saat di datangi Ketum Gp Sakera dan Anggota LPK ke kediamannya H.Rifai, juga menyampaikan ” beliau yang akan mengkordinatori dalam Pembongkaran penimbunan tetes tersebut dan tahap awal yang di mulai hari Kamis kemarin sudah di lakukan menusuk terpal penimbunan tersebut agar cairan cepat kering meresap ke dalam tanah, H.Rifai meminta waktu sampai Hari Senin ini untuk penutupan serta Pembongkaran penimbunan tetes.

ketua Lembaga Pemberantas Korupsi Andre jalmo ikut angkat bicara ” Hal ini sangatlah merugikan warga sekitar yang melintas jalan ini, selain bau yang tidak sedap saya sangatlah geram dan menginginkan untuk segera di tutup dan cepat di timbun supaya tidak ada pencemaran bau yang sagat menyengat “.

” Dinas Lingkungan Hidup harus bertindak tegas dalam hal ini karena sangatlah mengganggu pengendara yang melintas di jalan Desa Juglangan ini, selain bau yang tidak sedap pencemaran lingkungan ini juga berdampak tidak baik bagi kesehatan “, ujar Ketum GP SAKERA Syaiful Bahri. (Hftz)