Kisah Anak Almarhum Prajurit Kodam Jadi Lulusan Terbaik Dikmata

0
Yusuf (tengah) berfoto bersama usai menerima medali dan penghargaan Dikmata Prajurit Karier TNI AD Tahun Anggaran 2018 di Rindam Jaya, Sabtu (18/9/2018). (Foto: istimewa).

JAKARTA – Yusuf Zacky Suharyo, putra almarhum prajurit Kodam Jaya Serda M. Farid sukses menorehkan prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier TNI AD Tahun Anggaran 2018 Gelombang I.

Hal itu terungkap dalam upacara penutupan Dikmata Prajurit Karier TNI AD Tahun Anggaran 2018 Gelombang Pertama di di lapangan Chandradimuka, Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).

Dalam penutupan upacara tersebut,
Kasdam Jaya Brigjen TNI Suharyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara (Irup), menyerahkan langsung
medali dan piagam penghargaan sebagai lulusan terbaik kepada Yusuf.

Keberhasilan sulung dari dua bersaudara asli Tangerang ini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Suwarni, lantaran mendiang sang suami, Serda M. Farid merupakan anggota Kodim 0506/Tangerang, yang wafat tahun 2015 karena sakit.

“Saya bersyukur dan bangga anak saya bisa menjadi prajurit TNI AD seperti almarhum bapaknya,” ucapnya haru.

Sejak kecil, kata dia, Yusuf memang ingin menjadi Prajurit TNI AD seperti sang ayah.

“Sebagai orangtua saya sangat bangga. Cita-cita yang diimpikannya tercapai. Bahkan Yusuf menjadi lulusan terbaik pada Dikmata ini,” kata Suwarni.

Sementara itu, Yusuf mengaku tidak terpikir dapat menjadi lulusan terbaik pada Dikmata tersebut.

Menurut dia, salah satu keunggulan yang dimilikinya adalah kebugaran fisik. Ini merupakan buah dari olahraga Taekwondo yang digelutinya sejak kecil.

Beragam prestasi berhasil diraihnya dari Taekwondo. Mulai Juara I tingkat Kabupaten hingga Juara I tingkat Provinsi.

“Alhamdulillah, saya lulusan terbaik pada pendidikan ini,” kata Yusuf.

Dirinya sangat mengapresiasi kepada ibunda tercinta yang telah mendoakan dan mensupport hingga ia menjadi lulusan terbaik pada Dikmata tersebut, terlebih setelah sang ayah meninggal.

“Terima kasih juga kepada para instruktur dan pelatih yang telah mendidik dan membentuk saya sejauh ini. Harapannya, kedepan saya bisa menjadi Prajurit yang profesional, membanggakan bagi bangsa, negara dan keluarga,” pungkasnya. (Boy)