Kisruh Rapat Paripurna DPRD Depok, Ini Tanggapan Babai Suhaemi

0
Babai Suhaemi Politisi Partai Kebangkitan Bamgsa (PKB) Kota Depok

Anggota DPRD Kota Depok politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Babai Suhaemi menanggapi dengan adanya intrupsi dalam sidang paripurna Pelantikan Ketua DPRD Depok baru baru ini, seharusnya hal tersebut tidak harus terjadi, terlebih adanya intimidasi terhadap wartawan, dalam menulis dan membuat berita di lindungi oleh UU Pers/jurnalistik.

Sebagai anggota dewan Babai sangat menyayangkan adanya tindakan arogansi yang mungkin juga tidak disadari dan tidak dimengertinya kedudukan wartawan.

Saya berharap pimpinan DPRD kota Depok harus segera melakukan duduk bareng dengan teman teman wartawan , berdiskusi dan saling tukar pikiran terkait fungsi dan kedudukan masing masing yang sama sama diatur lewat UU.ujar Babai Suhaemi pada tanggapannya di group What APP MPD Depok, (30/9)

Menurutnya, pers/ wartawan tidak bisa dihilangkan dan di tinggalkan peranannya dalam membesarkan dan mendorong kemajuan DPRD , baik dalam kapasitas lembaga maupun perorangan.

“Bagi DPRD pers/wartawan adalah kepanjangan tangan atau oenyambung lidah dalam penyampaian kegiatan kegiatan kedewanan. Jadi tidak ada alasan bagi DPRD utk tidak duduk dan jalan berdampingan dengan wartawan /pers”jelas Babai.

Sebelumnya pada pembukaan sidang paripurna pelantikan DPRD kota Depok pada (Jum’at 27/9) yang dilaksanakan diruang sidang DPRD Kota Kembang Depok, dihujani interupsi dari beberapa anggota DPRD Depok yang baru dilantik.

Interupsi dilakukan adanya pemberitaan bahwa anggota DPRD periode 2019-2024 yang baru saja dilantik, namun tidak masuk kerja (bolos) , hal ini membuat beberapa politisi Depok menjadi geram sehingga menjadi kisruh.(dot)