Komisi E Minta Diknas Libatkan Lembaga Independen Cari Penyebab Anjloknya Nilai UNBK

0

Komisi E DPRD Jatim saat hearing dengan Dinas Pendidikan Jatim di Komisi E.
Jatim – Komisi E DPRD Jatim meminta kepada Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Jatim untuk melibatkan pihak ketiga, atau lembaga independen guna melakukan survei yang menjadi penyebab anjlok nilainya UN di Jatim.

Wakil Ketua Komisi E, Heri Sugiono di DPRD ditemui usai hearing dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Komisi E, Senin (7/5) mengatakan, pihaknya prihatin dengan anjloknya nilai UNBK di Jatim pada tahun ini. “Kami harap masalah ini harus selesai. Jangan sampai berlarut-larut,” ujarnya.

Menurut Heri, dengan berpedoman dengan hasil survei lembaga independent bisa diketahui cara untuk menerapkan metode baru untuk mendongkrak perbaikan nilai UN tahun depan. “Harus dicari solusinya secepatnya. Diknas Jatim harus membuat terobosan. Jangan diam saja,”ujar Heri.

Anggota Komisi E lainnya, Gunawan mengatakan prihatin dengan anjloknya UNBK di Jatim. Pihaknya juga meminta agar UNBK ini kedepannya bukan menjadi persyaratan kelulusan utama siswa, tapi dibuat alat ukur kualitas pendidikan di setiap daerah. Sehingga kualitas pendidikan dan hasil UNBK bisa terukur dan teruji, serta tidak lagi hasil UNBK anjlok lagi. “UNBK tetap perlu dilaksanakan, tapi tidak untuk dijadikan tolak ukur kelulusan siswa itu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah pusat,”tegas Gunawan.

Seperti diketahui, Kadiknas Jatim Saiful Rahman membeberkan bahwa nilai UN untuk tingkat SMA/SMK/MA di Jawa Timur pada tahun ini turun signifikan dibandingkan hasil ujian pada tahun lalu. Persentase siswa yang mendapatkan nilai di bawah 55 bahkan mencapai 78,88 persen atau naik dibanding tahun lalu yang hanya 55,41 persen, kata Saiful usai pembagian Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) di Surabaya, Rabu (2/5).

“Untuk jenjang SMK, siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 174.283 dari 220.958 siswa. Tahun kemarin yang di bawah 55 mencapai 110.316 siswa,” kata mantan Kabadiklat Jatim ini.

Untuk jenjang SMA , siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 146.183 dari 172.105 siswa. Dengan demikian persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 85,30 persen, meningkat dari tahun lalu yang hanya 85,13 persen.

Sementara untuk MA, persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 96,34 persen, meningkat dari tahun lalu sebesar 95,41 persen. Tahun ini siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 95.980 dari 100.237 siswa. ( Yok/Ning )