Komisi IV DPRD Bondowoso Larang Siswa Bawa Smartphone Di Lingkungan Sekolah

0

Komisi IV DPRD Bondowoso

BONDOWOSO – Kali ini Poli Umum RSUD Dr.Kusnadi Bondowoso merawat 2 Orang Pasien kecanduan gawai/getget/smarphone, keduanya adalah 1 siswa SMP dan satunya lagi Siswa SMA. Dan sudah sekitar sebulan H (15) inisial dan A (17) dirawat di poli jiwa tersebut dengan hadil diagnosa keduanya mengalami kecanduan gawai tingkat Akut.

Akibatnya, marah, murung dan membantingkan semua benda yang ada di sekitar bahkan menyakiti badannya sendiri yakni membenturkan kepala ke dinding apabila tidak mengakses gawai tersebut, namun belakangan ini kondisi kejiwaan ke dua pelajar itu sudah sedikit membaik sejak dirawat di RSUD poli Jiwa itu.

Dr.Dewi Prisca Sembiring. KJ mengatakan kalau kondisi kejiwaan kedua pelajar itu sangat parah.” Bahkan salah satunya akan membenturkan kepalanya ke dinding apabila tidak di ijinkan oleh orang tuanya untuk menggunakan Gawai. ” Kata Dokter spesialis kejiwaan itu Kamis (26/01) di ruangannya.

Dan Saya yakin, Kata Dewi, ” Kalau persoalan ini banyak menimpa sang anak namun pihak orang tua tidak menyadari adanya ganguan tersebut sedang dialami oleh keluarga mereka.dan setidaknya ini di jadikan pelajaran bagi kita agar selalu memprrhatikan semua kebutuhan anak Kita.” Imbuhnya.

Hal senada juga di tuturkan oleh Kadinkes Bondowoso yakni, dr. H. Moch. Imrom. M. Kes, ” Bagi orang tua yang memiliki aktifitas tinggi, Smartphone dijadikan alat agar anak tidak lagi mengusik ketenangan orang tua, akan tetapi di sisi lain Smartphone terkadang tidak hanya di jadikan sarana hiburan tetapi juga rentan terpapar konten negatif semisal kekerasan serta pornografi. ” Ucap Imron.

Untuk itu, Imron menambahkan, ” Di saat kekhawatiran akan ketergantungan penggunaan Gawai terhindari setidaknya para orang tua mengajak putra putrinya untuk bermain di tempat terbuka dengan memiliki sejumlah keuntungan dan anak dapat bergerak leluasa. ” Harapnya.

Terpisah, Anggota Komisi.IV DPRD Bondowoso Sinung Sudrajad.SE menegaskan.” Hendaknya para Guru memberi suri tauladan kepada anak didiknya agar menggunakan Android secara bijak,terlebih masih belum berusia 17 Tahun kalau perlu buat larangan agar tidak menggunakan Smartphone karena mental Mereka masih belum siap.” Ujarnya.

Sinung juga menambahkan.” Ada beberapa hal hal yang akan timbul terkait penggunaan Android di lingkungan Sekolah, semisal ,timbulnya krisia kemanuaiaan akut pada siswa dan seorang siswa bisa menjadi mahluk anti sosial dan terjebak pada dunia Maya yang ada di Smartphone tersebut. ” Imbuhnya.

Sementara itu,Sinung berjanji dalam Minggu ini pihaknya akan adakan Rapat Komisi untuk merekomendasi kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Bondowoso agar membuat aturan untuk melarang para siswa membawa Smartphone Android ke sekolah.

( Bam”s )