KPN dan Waka PN Depok Pimpin Sidang Perkara Pidana Khusus

0

Depok – Sketsa Online

Ketua Pengadilan Negeri (KPN) beserta Wakil Ketua (Waka) PN Depok, Jawa Barat, sama-sama memimpin sidang perkara Pidana Khusus (Pid.Sus) di minggu terakhir dalam Agustus 2016. Untuk KPN Depok DR. Syahlan, SH, MH menyidangkan perkara pidana aqua abal-abal. Bahkan, dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa, Rabu (31/8), KPN menanyakan kepada terdakwa, tahu kah saudara kenapa disidang? Selanjutnya masih kata KPN, sebab saudara telah mendistribusikan aqua palsu. Jika gigi palsu mungkin saudara tidak akan disidang.

Nomor Perkara 403/Pid.Sus/2016/PN Depok atas nama terdakwa Rian Aria Setya Yayan. Terdakwa ditangkap pada hari Senin, tanggal 14 Mei 2016 sekira pukul 15.30 wib bertempat di Jalan Rawajati RT.01/RW.04 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Dikarenakan terdakwa telah melakukan perbuatan pelaku usaha barang dengan cara menawarkan, memproduksi, mengiklankan suatu barang dan/atau jasa secara tidak benar dan/atau seolah-olah barang dan/atau jasa tersebut telah mendapatkan dan/atau memiliki sponsor, persetujuan, perlengkapan tertentu, keuntungan tertentu, ciri-ciri kerja atau aksesori tertentu atau afilasi, barang dan/atau jasa tersebut dibuat oleh perusahaan yang mempunyai sponsor, persetujuan atau afilasi. Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 9 huruf c dan d jo Pasal 62 Ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam pemeriksaan terdakwa diketahui, terdakwa awalnya hanya pelaku usaha penyulingan air isi ulang yang dikirim dari Bogor. Kemudian menggunakan merk Aqua hanya tutupnya saja. Namun, barang bukti yang dihadirkan Penuntut Umum di persidangan, ada juga galon merk Aqua yang turut disita dari terdakwa. Atas barang bukti itu, terdakwa membenarkannya.

Terdakwa turut pula membenarkan, tiap galon aqua yang berisikan air isi ulang tersebut didistribusikan terdakwa ke warung-warung dengan harga Rp 13 Ribu per galon. Terdakwa menyadari, tutup galon aqua yang digunakannya, bukanlah yang asli dari Perusahaan Aqua melainkan merupakan produk abal-abal. Selain itu, terdakwa juga mengaku, tidak memiliki izin dari Perusahaan Aqua. Terdakwa juga mengaku, tak pernah melakukan tes labotoris terhadap air isi ulang yang didistribusikannya.

Sementara itu, Waka PN Depok Budi Prasetyo, SH, MH, Kamis (1/9) di Ruang Sidang Cakra PN Depok, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa atas nama Ondy Pardisa Putra dengan Nomor Perkara 354/Pid.Sus/2016/PN Depok berupa pidana penjara selama dua tahun. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Rizky Ika Pratiwi, SH, menuntut terdakwa selama tiga tahun penjara.

Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Tanpa hak dan melawan hukum melakukan Penyalahgunaan Narkotika Golongan I bukan tanaman bagi diri sendiri sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menyatakan barang bukti satu bungkus plastik bening yang di dalamnya berisi sabu dengan berat netto 0,047 gram, dirampas untuk dimusnahkan.

Dalam amar putusan diketahui, terdakwa ditangkap pada tanggal 24 April 2016 di Lingkungan Cipayung RT.005/RW.08 Kelurahan Abadi Jawa, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Terdakwa mengaku membeli sabu sudah sebanyak lima kali dari Saudara Angga di Taman Merdeka. Pengakuan terdakwa, bilamana mengkonsumsi sabu, tubuh terdakwa merasa segar.(jan)