Kuasa Hukum Korban Pencabulan Sependapat dengan Jaksa, Pelaku Dihukum Maksimal

0

DEPOK, Sketsaonline – Kuasa Hukum korban pencabulan Azas Tigor Nainggolan saat dimintai keterangannya mengatakan, sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjerat terdakwa dengan pasal berlapis. Ia berharap, pelaku nantinya diganjar dengan hukuman maksimal.

Tigor Nainggolan mengapresiasi dakwaan JPU terhadap terdakwa Syahril Parlindungan Martinus. Pasalnya, terdakwa Syahril dijerat oleh JPU dengan pasal berlapis.

“Saya sepakat dengan JPU,” ujar Tigor singkat, Senin (5/10/2020), di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Pasal berlapis yang dikenakan kepada terdakwa Syahril oleh JPU, Tigor menerangkan, Pasal 82 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 292 KUHP dan Pasal 65 KUHP. Menarik dari dakwaan tersebut ialah Pasal 65 KUHP.

Jika merujuk pasal tersebut maka hukuman yang akan diterima oleh terdakwa akan ditambah sepertiga dari hukuman maksimal. Hukuman maksimal sesuai yang diatur dari kejahatan tersebut, yakni selama 15 tahun penjara. Jadi, terdakwa bisa dihukum selama 20 tahun penjara. Karena terdakwa bukannya melindung anak-anak tapi malah merusak,” imbuhnya.

Sementara JPU Siswatiningsih dalam surat dakwaannya mengatakan, melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga kependidikan, dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus di pandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan.

“Perbuatan terdakwa Syahril Parlindungan Martinus sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 82 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo pasal 65 ayat (1) KUHP,” tutur Siswatiningsih dalam surat dakwaannya.

Selain pasal perlindungan anak, Syahril turut didakwa pasal berlapis tentang perilaku penyimpangan seksual yang dilakukannya. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 292 KUHP Jo pasal 65 ayat (1) KUHP,” papar Siswatiningsih. (JIMMY)