Lantamal XIV Sorong Gagalkan Peredaran Miras ke Sorong

0

SORONG-KM.Tatamailau milik PT.Pelni yang mengangkut minuman keras ( miras) jenis Cap Tikus (CT) ke Sorong, berhasil ditangkap jajaran Lantamal XIV Sorong Sabtu,(15/06/19).

Penangkapan miras ilegal tersebut di lakukan disaat KM.Tatamailau sandar di dermaga pelabuhan utama Sorong,berdasarkan informasi yang diperoleh tim Lantamal XIV yang mengatakan bahwa Kapal KM.Tatamailau membawa minuman lokal (Milo)miras Cap Tikus (CT) dari Bitung Sulawesi Utara.

Laporan dari masyarakat tersebut diseriusi oleh pihak Lantamal dan langsung melakukan pemeroksaan saat KM .Tatamailau merapat di dermaga pelabuhan Sorong, dipimpin langsung Komandan tim intel Lantamal Letkol Laut Herry,bersama anggota tim lainnya serta Komandan Polisi Militer (PM) Letkol Laut Hotmatua.

Minuman keras jenis cap tikus dibawa oleh penumpang Kapal KM Tatamailau yang pada saat pemeriksaan tidak diketahui pemiliknya.

Pemilik barang terlarang tersehut menyembunikan sejumlah miras dengan modus menyembunikan miras di tumpukan barang barang dan sayur mayur yang di masukkan dalam kardus dan tas.

Adapun jumlah barang miras Cap Tikus yaitu 67 botol ukurqn 1,5 liter,6 botol berukuran 600 mili liter dan 3 buah plastik besar,maka total seluruhnya kurang lebih 110 liter.

Danlantamal XIV Brigjen TNI Hermanto yang meninjau langsung hasil kinerja jajarannya mengatakan, tingginya budaya orang yang sering mabuk menjadi salah satu daya tarik tersendiri para pelaku kejahatan untuk menjualbelikan miras dengan harapan mendapatkan ke untungan yang besar dari hasil miras lokal yang terlarang itu.

Lantamal XIV Sorong Seriusi Perdagangan Miras di Papua Barat.

Penasaran tidak diketahuinya pemilik miras Cap Tikus yang ditangkap di atas KM.Tatamailau,maka Danlantamal XIV Brigjen TNI Hermamto ,memerintahkan seluruh jajarannya yang berada di bawah Lantamal XIV ,melalui asintel Kolonel (Mar) Rokhmam kemudian diteruskan Posal- Posal terutama ke Posal Fakfak Papua Barat untuk selalu memantau pergerakan KM.Tatamailau, yang selanjutnya Asintel memerintahkan Danposal Fakfak untuk berkoordinasi dengan Kanwil Bea Cukai dengan tujuan melakukan pengembangan penangkapan terhadap pelaku atau pemilik miras ilegal tersebut.

Setelah memantau pergerakan KM.Tatamailau di perairan Fakfak, Senin,(17/06/19), pelaku sedang melemparkan beberapa karung dari atas KM.Tatamailau ke laut serta melihat satu unit long boat yang di awaki 3 orang mendekati karung dan kemudian mengangkatnya ke atas long boat.

Pada saat proses pengangkatan karung,personel Posal Fakfak mendekat dan melakukan penyergapan serta pemeriksaan,alhasil ditemukan ratusan botol miras lokal jenis Cap Tikus (CT).

Dari hasil penyergapan didapatkan 4 orang tersangka berinisialp0 WI,RA,JS dan AS .
” Jadi kita amankan empat pelaku dan barang bukti lima karung berisi 144 botol maka total seluruunya 216 liter dan satu unit long boat motor tempel 15 PK,” terang Danlantamal.

Sejumlah barang bukti yang ditangkap termasuk yang di duga pelaku diserahkan ke Polres Fakfak untuk tindak lanjut hukum.

Danlantamal XIV Brigjen TNI Hermanto mengatakan, TNI A L di jajaran Lantamal XIV akan terus bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menertibkan masuknya barang barang ilegal seperti miras dan narkoba ke Kota Sorong selaku pintu gerbang tanah Papua.

” Selain kerjasama dengan pemerintah Kota,saya sudah instruksikan srmua jajaran Posal untuk terus mengawasi terus giat peredaran miras maupun.narkoba serta barang ilegal lainnya yang masuk melalui jalur laut,” tegas Danlantamal Brigjen TNI Hermanto.(jos)