Lebih Padat Jumlah Penduduknya, Camat Panmas Optimis Anggaran 2.7 M tiap Kelurahan Bisa Optimal

0
Utang Wardaya Camat Pancoran Mas kota Depok

Depok – Utang Wardaya Camat Pancoran Mas kota Depok mengatakan, terkait regulasi pagu anggran sebesar 2.7 miliar yang telah diberikan kepada masing-masing kelurahan oleh pemerintah kota depok ada ketidakseimbangan untuk pengelola anggarannya .

Untuk proporsional atau efektivitas perencanaan dan penganggaran secara umum memang harus dilihat dari beban jumlah penduduknya, namun demikian dirinya optimis dengan anggaran tersebut, program prioritas Infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat diwilyahnya bisa optimal, ujar Utang kepada sketsa dikantornya (13/2).

Dikatakan Utang Wardaya jumlah kepadatan penduduk wilayah Kec Panmas hampir 16.000 jiwa per km2 nomor dua setelah kec Sukmajaya, artinya dalam konteks seluas 1 km2 dipadati oleh 16.000 jiwa, maka pemerintah sendiri harus ada perhatiian dengan kepadatan itu.

“Kebutuhan dasar masyarakat harus diperhatikan sesuai dengan penataan lingkungannya, baik sarana prasarana, pelayanan publik, pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan serta dibidamg sosialnya pun harus diperhatikan, apakah ada ketimpangan masalah kemiskinan, perekonomian maupun lapangan pekerjaannya .kan pasti itu akan muncul”, ujarnya.

Menurut Utang, angka kemiskinan di kec Panmas nomor tiga setelah saat ini terbanyak ada diwilayah Kec Tapos dan Sawangan, kemudian Panmas. Untuk wilayah Cipayung nomor 4 meskipun penduduknya dua kali lipat namun lebih banyak Kec Panmas.

“Tercatat ada sekitar 4000 KK , dari kategori miskin tersebar di 108 RW /639 RT, yang terbanyak dikampung Lio ada 4 RW binaan BKM melalui program kotaku. salah satunya wilayah tersebut tingkat kepadatannya tinggi”ujar Utang

Dikatakannya, TA 2019 anggaran untuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) 1,5 miliar untuk 4 RW yang sifatnya hibah bantuan DKI Jakarata dikemasnya dalam konteks BKM melalui program kotaku.

Pemanfaatan pembangunannya sekitar 1 m2 untuk beberapa KK, seperti penataan lingkungan fisik infrastruktur, Septik Tank, jalan setapak dan saluran drainase serta penyediaan air bersih yang layak minum dan sarana kebersihan.

Untuk tahun 2020 program kawasan kumuh perkotaan ini akan ada penambahan yang dianggarkan oleh pusat. maka lanjut Utang, pada diskusi musrembang telah saya sampaikan, jangan sampai usulannya tumpang tindih antara usulan musrenbang dengan pokir dewan maupun program lainnya.

Dikhawatirkan ada usulan prioritas yang dibutuhkan tidak tersentuh adanya intervensi program kegiatan, miminimal sinergikan sasarannya tetap satu, jangan sampai ada satu sasaran yang ditetapkan namun diusulkan oleh berberapa usulan sepeti program kotaku musrenbang maupun pokir dewan” lanjut Utang.

Dirinya berharap, kepada masing-masing kelurahan, dari pagu anggaran yang telah diberikan dapat lebih dewasa dalam mengelola kegiatannya dan bisa bermintra bersama masyarakat, serta mendorong upaya partisipasi masyarakat lebih optimal dalam rangka memberdayakan.

Minimal jika pemberdayaan masyarakat bisa berjalan dengan baik, partisipasinya akan muncul, artinya peran serta masyarakat itu penting, untuk turut menjaga serta memelihara lingkungan maupun sarana prasarana yang telah dibangun oleh pemerintah

“Sebab menjaga dan memelihara sarana dan prasarana lingkungan itu sangat sulit, maka peran serta masyarakat sangat teramat dibutuhkan agar terciptanya kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius”.harap Utang. (Dot)