Lewati Tiga Gerbang Tiket Masuk , Wisata Alam Gunung Pancer Milik Siapa

0

Bogor – karcis masuk pengunjung Taman Wisata Alam Gunung Pancar Sentul Kabupaten Bogor dikeluhkan, banyak pungutan tiket masuk tidak jelas (semrawut) dan dikelola secara pribadi .

Pasalnya terdapat tiga gerbang karcis untuk masuk menuju pemandian air panas dan tidak jelas peruntukannya.

El salah satu pengunjung yang hendak mengajak anaknya berendam di pemandian air panas merasa kecewa adanya tiga gerbang karcis yang tidak jelas.

“Gerbang pertama kami dikenakan 10000 ribu per orang dan gerbang kedua 7500 rupiah kemudian saat menuju pemandian dikenakan tarif 5000 untuk sampai ke tujuan”ungkapnya kepada sketsa,(5/5).

Anehya lagi, lanjut Dia, saat masuk gerbang pertama, tidak jelas untuk apa tarif itu dikenakan dan gerbang ke dua juga demikian seterusnya yang ke tiga pun kenakan tarif masuk menuju kolam air Pancer, Padahal itu dilokasi yang sama namun pada setiap gerbang dikenakan tarif.

“Katanya sih ini milik pribadi tapi fasilitasnya pun tidak memadai , akses jalan menuju lokasi pemandian rusak parah , bahkan ketika masuk digerbang pertama pun aksesnya juga sudah sangat parah”,katanya.

Menurutnya bagi orang berduit hal ini mungkin biasa saja namun bagi masyarakat kelas menengah kebawah bagaimana, apa mungkin mereka hanya bisa menelan ludah ingin menikmati keindahan alam gunung tersebut ungkapnya.

Senada dengan Pardede salah satu pengunjung asal kota Depok, dirinya dikenakan tarif untuk satu mobil sekitar 50.000 rupiah.

“Saya bersama keluarga besar menggunakam dua mobil, satu mobilnya dikenakan tarif masuk 50.000, itu satu gerbang, Jika dikalikan tiga gerbang sekitar 300.000 rupiah untuk dua mobil”, katanya sambil gelengan kepala.

Diketahui Taman Wisata Alam Gunung Pancar Sentul Kabupaten Bogor, adalah hasil alam semesta , namun bagaimana dengan pemerintah kabupaten Bogor sendiri dalam pengelolaannya dan bagaimana kebijakannya.

Objek wsata alam ini milik negara dan pemerintah daerah, namun pengelolaannya tidak jelas.

Kami berharap pemerintah kabupaten Bogor untuk segera menangani hal ini , agar masyarakat yang hendak berkunjung tidak merasa dirugikan.(D)