Maraknya Virus Corona

0
Foto : Ist

Apa itu virus corona? Bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar disekeliling permukaan virus. Virus corona memiliki satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. Virus ini bermutasi lebih cepat dibanding DNA hingga satu juta kali.

Virus Corona Paramyxovirus sempat muncul dalam mesin pencarian Google. Keduanya adalah virus yang berbeda meski sama-sama bisa menginfeksi manusia dari hewan. Penyakit yang disebabkan Paramyxovirus adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV). Virus corona mulai mewabah di Wuhan, China, pada Desember lalu.

Para pejabat negara mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di pasar makanan laut Huanan(Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan. Sebab penderita awal yang terjangkit virus dengan nama lain 2019-nCoV merupakan karyawan Huanan Seafood Market. Pihak berwenang percaya, virus itu kemungkinan berasal dari binatang buas di pasar makanan laut meskipun sumber pastinya masih belum ditentukan.

Asal tahu saja, pasar makanan laut Huanan memang menjual berbagai macam makanan unik. Disebut unik karena menjajakan berbagai binatang liar. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, kelelawar, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta dan musang, dan sebagainya.

Binatang –binatang tersebut merupakan spesies yang disebut masih erat kaitannya dengan Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang juga pernah menghebohkan pada 2002 sampai 2003 lalu.

Menurut peneliti, virus corona merupakan virus yang menginfeksi hewan. Namu, seiring berjalan waktu dan berevolusi, virus ini bisa menular ke manusia.

Meski membuat kepanikan, namun profesor penyakit menular dan kesehatan global di University of Oxfird, Peter Horbyn menyebut jika virus corona lebih ringan dari SARS.

Dari China, virus ini tercatat telah menyebar tak hanya ke wilayah otonomi seperti Hongkong dan Macau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini,termasuk Jepang,Korea Selatan,Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand.

Gejala Virus Corona

Virus corona mempunyai gejala mirip dengan flu biasa. Gejala lainnya pilek,batuk,sakit tenggorokan,sakit kepala dan demam. Bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, virus ini bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius,mulai dari pneumonia sampai bronkitis.

Menurut CDC, gejala virus corona mungkin sudah terlihat mulai 2-14 hari. Perkiraan ini dibuat berdasarkan masa inkubasi virus corona dalam kasus MERS. Namun berbeda dalam kasus MERS, infeksi 2019-nCoV bisa menyebar dari pasien yang tidak menunjukkan gejala namun sempat berkomukasi dekat dengan orang lain.

Virus Corona menyerang siapa?

Dikutip dari The Guardian, korban yang meninggal karna Coronavirus umumnya sudah tua dan sudah memiliki masalah kesehatan sebelumnya. Mereka memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga mudah terinfeksi virus corona 2019-nCoV. Karna itu, sangat penting melakukan usaha preventif untuk melindungi diri dan infeksi virus.

Kota Wuhan di China

Kota Wuhan yang terletak di Provinsi Hubei, tempat pertama terdeteksi Virus Corona, merupakan tempat tinggal bagi lebih dari 11 juta orang. Munculnya virus corona ini diikuti perkembangannya yang sangat pesat telah membuat 300 jiwa lebih kehilangan nyawanya. Belum lagi lebih dari 6.000 kasus lainnya yang telah dikonfirmasi beserta menyebarnya virus tersebut ke banyak negara di dunia.

Kota ini adalah pusat industri dan komersial dikawasan tengah China. Kota ini juga jadi pusat transportasi. Dalam beberapa tahun belakangan sektor penerbangan berkembang pesat. Sejumlah perusahaan penerbangan menawarkan hingga 332.861 kursi bagi penumpang yang berangkat dari bandar udara internasional Tianhe, bulan Januari 2020.

Beberapa wilayah menyesalkan lambatnya reaksi pemerintah dalam menangani, memberi penjelasan, dan mencegah kasus seperti yang terjadi di Hong Kong. Virus corona Hong Kong menyebabkan tenaga kesehatan memprotes bila pemerintah tak juga menutup pintu perbatasan dengan China. Para suster mengancam akan walkout dari fasilitas kesehatan akibat aksi minim dari pemerintah setempat.

Pencegahan Virus Corona

Usaha pencegahan virus corona makin penting karna hingga kini belum ditemukan vaksinnya. Pencegahan menghadapi virus corona harus dilakukan setiap hari dari segala lapisan usia. Berikut ini usaha pencegahan virus corona dikutip dari CDC :

Cuci tangan dengan air bersih dan sabun minimal 20 detik , atau pencuci tangan yang minimal mengandung 60% alkohol

Hindari menyentuh mata,hidung dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci

Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit

Tinggal dirumah jika sakit.

Oleh: Rahmaning Johariati, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI