Mari Membantu Pedagang Kecil disituasi Pandemic Covid 19

0

Dimasa pandemi covid 19 dampak perekonomian memang sangat terasa di Negara kita. Dampak negative terjadinya penurunan aktivitas ekonomi yang tajam dalam jangka waktu yang pendek Di tengah wabah, bahwa ini berdampak pada produktifitas akibat pola penyebaran wabah ini pola interaksi, karena ada kebijakan pembatasan pola interaksi dilakukan sehingga produktifitas menurun dan akan menurunkan nasional income karena industri gagal bertumbuh, konsumsi tertekan orang lebih banyak di rumah, begitu pula nilai tukar rupiah kita juga melemah terhadap dolar sampai saat ini menyentuh Rp. 15.599 /1 dolar berdampak pada pendapatan nasional kita,

Selanjutnya, melihat fakta di lapangan, produktifitas menurun, konsumsi menurun, daya beli masyarakat menurun, rupiah melemah, pasar saham
kita anjlok dan lain-lain.Salah satu subjeknya pedagang keliling yang merasakan dampak dari pandemic ini bu Musyarafah sebagai Ibu penjual sayur di komplek-komplek perumahan sekitar kecamatan Bangetayu Kulon, Semarang, Beliau menjajakan dagangannya dari jam 07.00 sampai jam 13.00.

Alhamdulilah setelah pembuatan poster digital dan permintaan meningkat dalam perluasan wilayah penjualan yang awalanya hanya beberapa tempat. Karena adanya pandemic ini wilayah yang dijajakan bu Musyarafah bertambah semakin luas karena beberapa pembeli menyarankan untuk datang kerumahnya untuk menjualkan dagangannya, dengan begitu Beliau juga harus lebih banyak menyetok bahan sayur-mayur dan lain-lainnya lebih banyak.

Beberapa kendala yang biasa dialami saat pandemin ini adalah bertambahnya jam kerja yang disebabkan karena lebih banyaknya wilayah yang harus beliau kelilingi, Juga adanya pesanan yang tiba-tiba mengharuskan beliau untuk kembali ke lokasi awal sehingga beliau harus menjajakan dagangaya lagi diwilayah yang sama.

“Iya mbak kalo ada pesanan dari sana ya harus bolak balik” tutur beliau.

Beberapa kendala juga salah satunya adanya kehabisan stock persediaaan sayu-mayur pada setengah berjalan, yang mengharuskan bu Musyarafah kembali kepasar membeli persediaannya agar saat berkeliling lagi kewilayah yang berbeda stock sayur masih tetap ada dan tidak mengecewakan konsumen yang telah menunggu kedatangannya di depan rumah. Dan yang pasti Bu musyarafah dan pedagang kecil lainya juga berhadapan dengan resiko yang tinggi (jika diluar rumah ada covid 19 dan didalam rumah perut lapar)

Dengan bekerjanya mereka, Para pedagang sayur, ojek online,tukang batagor, bapak Koran, dll sangatlah berjasa dimasa pandemic ini. Maka dari itu kita yang dirumah, selipkan doa-doa untuk mereka yang ada diluar sana berjuang tanpa batas untuk kehidupan. Semoga mendapat perhatian yang sama sebagaimana para medis. Dan Pemerintah dan seluruh element masyarakat saling membantu baik dari perekonomian dan covid itu sendiri.

Tsabita Aulia
Semarang, 22 April 2020