Masyarakat Apresiasi Pelaksanaan Program P3-TGAI 2019

0

Jatim Sketsaonline – Pelaksanaan Program P3-TGAI BBWS Brantas mendapat apresiasi dari Masyarakat khususnya penerima manfaat Program P3-TGAI tahun 2019.

Hal ini dikatakan oleh PPK yakni Mahmudi, kalau program yang dilaksanakan dari tahun 2018 hingga 2019 itu mendapat respon positif dari para petani.

” Dalam hal pekerjaan, tidak hanya laki-laki saja yang masuk HOK, perempuan juga terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. ” Tuturnya kepada sietsa dikantornya (12/12).

Ia juga menuturkan sesuai dengan tujuan awal bahwa program padat karya yang tidak hanya membangun meningkatkan infrastruktur petanian saluran irigasi tersier namun aspek pemberdayaan masyarakat yang diprioritaskan dalam program P3-TGAI.

Bahkan dalam peningkatan kinerja saluran irigasi dapat dilihat dari meningkatnya kapasitas layanan saluran dari semula 44.593,62 ha menjadi 51.424,27 ha, dengan panjang saluran yang di tingkatkan adalah 256.630,18 m selama tahun 2017 -2019 , manfaat langsung terhadap perekonomian masyarakat petani dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja pada program ini di tahun 2018- 2019 sebesar 980.906.00 hari kerja (HOK).

“artinya jika pekerjaan fisik di lapangan di laksanakan selama 3 ( tiga ) bulan maka jumlah tenaga kerja yang terserap adalah 10899 orang selama tiga tahun pelaksanaan dari jumlah petani yang menerima manfaatnya dari perbaikkan saluran sebesar 82.123,00 orang. ” Ucap Mahmudi

Sedangkan kendala yang mesti dihadapi menurut Mahmudi yakni, Ketidaksamaan data dari kepmen dan data di desa terutama mengenai nama daerah irigasi seperti umumnya di desa daerah irigasi di asumsikan dengan nama saluran yang ada.

” Masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai perbedaan saluran irigasi primer,sekunder, tersier maupun salauran drainase. Kepentingan dari desa mengenai pembangunan prasarana wilayah.yang di beberapa desa P3A/ Hippa dan belum berbentuk atau belum mempunyai legalitas. ” Ungkapnya.

Dan menyarankan agar di lakukan pembentukan P3A Hippa dan atu pengurusan akte notaris sehingga hal mengakibatkan masa persiapan menjadi lebih lama khususnya untuk tahun 2019 adalah tahun politik dimana secara beruntun terjadi pelatihan umum presiden,seperti legislatif dan pemilihan serentak oleh kepala desa ungkapnya. (Yoyok)