Mengeruk isi Management Syariah di titik Dunia

0

Revolusi dunia jangan sampai hanya menjadi ilusi, enggan untuk di tepati oleh orang-orang yang bermimpi. Ekonomi sedang kita jalani, syariah harus kita iringi meskipun rakyat kecil terkadang tak mengerti suatu arti dari ekonomi terkadang mereka tidak tau nasib apa yang sedang mereka jalani saat ini. Prinsip manajemen apa yang harus mereka jalani ?, Mereka pun tidak tau .

Seperti kita ketahui Manajemen adalah suatu pengelolaan, mengatur, membuat mengkordinir, suatu hal atau tujuan yang harus kita capai bersama yang didalam perjalanan menuju ketecepainya suatu tujuan terdapat prinsip- prinsip atau suatu sistem, mengutip dari beberapa bukti yang ada manajemen yang paling optimal di jalankan untuk suatu organisasi ataupun tujuan tertentu adalah sistem manajemen syariah yang sangat efektif dijalankan mengapa demikian ? ,Harus kita ketahui prinsip manajemen syariah adalah bersifat fleksibel, terarah jelas tujuannya, di jalankan atas nama mengharap ridho Allah SWT atau tujuan akhir nya.

Contoh penerapan manajemen syariah biasanya di terapkan di sisi agama, ekonomi, politik, dan lainya , terkadang sistem bank banyak menggunakan manajemen syariah tak lepas dari prinsip syariah di antaranya adalah :

  1. Kita tidak boleh menerima atau meminjam apabila nilai pinjaman tidak setara dengan nilai uang yang di bayarkan setelahnya .
  2. Investor yang menyumbang kan dananya harus berbagi keuntungan dan kerugian dengan peminjam dana.
  3. Komoditasbiasanya sesuai dengan sifat yang berbentuk nyata .
  4. Hasil yang di peroleh adalah keuntungan biasa bukan hasil sprekulasi.
  5. Perbankan syariah hanya melakukan transaksi diperboleh oleh agama.
  6. Keuntungan di raih dengan cara bagi hasil dan tidak boleh mengandung bunga(riba)

Penerapansistem manajemen syariah bukan hanya di lakukan di Indonesia, Arab ataupun negara yang mayoritas Islam saja, tetapi banyak juga negara-non Islam atau mayoritas Islam hanya sedikit atau biasa di sebut minoritaspun menerapkan sistem manajemen syariah. Dalam catatan sejarah sistem manajemen perbankan mengadopsi sistem syariah mulai tahun 1963 di Mesir, jika lebih jauh di kisahnya Rasulullah Saw, yang berdagang di sekitar masjidil harom, dalam sistem murabahah yang dalam penerapannya bagi hasil setelah di infokanya harga pokok sehingga terdapat keterbukaan dan margin bisa di negosiasikan. Harus kita ketahui terdapat beberapa yang menerapkan konsep syariah di dalam pengelolaan negara nya, diantaranya:

Di Amerika bank Syariah yang banyak berperan dalam tatanan negara meskipun masih minim, pada tahun 2018 baru tumbuh 3%,Tercatat hingga 2003 saja berdasarkan situs Islamiq.com, terdapat 150 lembaga keuangan yang berafiliasi internasional yang berbasis syariah. Beberapa di antaranya berada di Amerika Utara.

Di sisi lain, para Muslim di Amerika pun telah menggunakan ijara wal iqtina atau skema pembiayaan (sewa untuk memiliki) berikut perjanjian sewa dengan memenuhi kaidah hukum Islam. Dengan skema tersebut, baik nasabah Muslim maupun nasabah non-Muslim di Amerika dapat memutus rantai bunga yang sudah lumrah menjadi budaya dan ciri negara kapitalis dalam menjalankan bisnis.

Di Eropa telah menyadari bahwa sistem yang paling ampuh mengatasi masalah perekonomian adalah sistem syariah sehingg Eropa juga menerapkan sistem ekonomi pada tahun 2000-an Eropa telah mengenal setelah kita ketahui bersama pada era tersebut negara-negara mengalami kesejangan ekonomi yang berkepanjangan, dalam menyikapi hal tersebut hal ini banyak negara yang melirik dan akhirnya menerapkan sistem ekonomi syariah untuk mehadapi gunjang ganjing keadaan pada waktu itu,

Atmosfir perkembangan pesat bank syariah mulai terasa setelah pada tahun 2004, the Islamic Bank of Britain (IBB) resmi berdiri dan menjadi bank syariah pertama di Eropa yang diikuti dengan prestasi gemilang perbankan syariah di negeri tersebut. 50 ribu nasabah pada tahun itu adalah bukti nyata respon positif masyarakat terhadap ekonomi syariah. Meskipun baru terbentuk, nyatanya perbankan syariah bisa bersaing dengan bank konvensional lainnya dalam menawarkan produk-produk berkualitas kepada masyarakat.

Bukan hanya dua satu atau dua negara saja yang menerapkan sistem manajemen syariah tetapi hampir semua negara menerapkan nya misal Malaysia yang terkenal dengan industri wisata halal, Thailand terkenal menjadi nomor 1 di industri makanan halal, dan masih banyak lagi.

Harus kita sadari pencapaian Indonesia dalam sistem ekonomi syariah harus di berikan apresiasi karna Kapitalisasi saham Syariah berdasarkan Indeks Saham Syariah Indonesia mencapai Rp 3.700 triliun pada akhir Juni 2019, dengan total aset sekitar Rp 7,2 triliun yang dikelola BMT. Pertumbuhan investasi syariah semakin didukung dengan pembentukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Hal ini merupakan bagian pencapaian yang sangat luar biasa. dalam ekonomi yang besar Indonesia bisa bangkit dan juga mampu menjadi negara yang memiliki sistem ekonomi syariah yang sebenar-benarnya di jalankan, dan juga mampu menjadi negara maju.dan berpengaruh besar dalam ekonomi dalam lingkup Dunia.

Oleh : Siti Khoirunnisa Mahasiswi STEI SEBI