Motivasi dan Strategi Menghafal Al-Qur’an Mudah dan Tahan Lama

0

Oleh : Sayyidah Zahrotul Fitriyah

Motivasi menghafal Al-Qur’an

  1. Tertanam dalam diri bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah Terbukti dalam firman dalam kitab suci Al-Qur’an bahkan disebutkan nya tidak hanya dalam satu ayat, salah satunya dalam Q.S Al-Qamar : 17, Allah berfirman :وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
bentuk fiil madi’,

ada waw, ada lam, ada qad dan yassarna berasal dari kata yasir (mudah) tapi Allah memberikan tasydid (sebagai bentuk penekanan) dalam kata “yassarna” sebagai penekanan bahwa Allah sudah memudahkan Al-Qur’an bagi yang ingin mempelajarinya.

Dan di ayat lain dalam Qur’an surat Al-Qamar ayat 22,32,40 bunyi ayat tersebut diulang hingga tiga kali pengulangan.

Kenapa Al-Qur’an di permudah? (Karena Al-Qur’an sebagai kitab terakhir, maka ada jaminan (terjaga kemurniannya) bahwa isinya ga akan berubah sampai hari kiamat) konsekuensi nya Allah mempermudah Al-Qur’an untuk dihafal agar banyak yang menghafal dan Al-Qur’an dijaga oleh ahlullah..

Seperti firman Allah dalam Q.S Al-hijr :9
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”

2. Keutamaan menghafal Al-Qur’an (membaca hadist dan siroh ttg para penghafal Al-Qur’an).

  • Menjadi keluarga Allah di dunia
    Mengenai hafalan Al-Quran merupakan fase dimana amat menguji kesabaran dan konsistensi. Salah satu keistimewaan dari Al-Quran adalah mudah dihafalkan. Maka, sebetulnya setiap manusia memang berpotensi untuk bisa menjadi seorang penghafal Al-Quran. Proses menghafalnya jangan tergesa-gesa, semua bertahap. Seorang penghafal Al-Qur’an adalah keluarga Allah di dunia, selain itu seorang penghafal Al-Qur’an dapat mengangkat derajat orang sekitarnya (keluarga).

Seperti bunyi hadits berikut :

“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga diantara manusia, para sahabat bertanya “siapakah mereka Rasulullah?” Rasul menjawab, “para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah”. Merekalah keluarga dan pilihan-pilihan-Nya” (HR. Ahmad)

  • Ahli Qur’an dimuliakan dengan surga yang paling tinggi

Kata siti Aisyah, orang akan dimasukkan ke surga akan masuk pintu sesuai amalan andalan nya. Tingkatan-tingkatan surga itu juga akan diberikan kepada mereka  yang menghafalkan Alquran. mengutip hadis Rasulullah SAW:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ : اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ ، كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا ، فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا.

“Dikatakan kepada penghafal Alquran: “Bacalah, naiklah dan baca secara tartil. Seperti engkau membaca tartil di dunia. Karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi dari Amr bin Ash)

Hal penting yang diperhatikan ketika menghafal Al-Qur’an

  • Meluruskan niat, Ingin menjadi ahlullah dan masuk surga yang berkelas
  • Membangun lingkungan yang kondusif, Menjaga motivasi, akan memacu keinginan dalam diri untuk menghafal dan memiliki teman menghafal (akhwat bersama akhwat, begitu pun ikhwan) sehingga ketika membutuhkan penyemangat dapat saling support.
  • Menjauhi maksiat karena ngafal Al-Qur’an perlu konsentrasi penuh, dan maksiat bisa jadi penghalang ketika menghafal Al-Qur’an. Seperti do’a yang diajarkan Rasulullah kepada ali agar hafalan kuat,

“Ya Allah, rahmatilah aku untuk meninggalkan kemaksiatan selamanya selama Engkau masih menghidupkanku, dan rahmatilah aku untuk tidak memperberat diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku, berilah aku rezeki berupa kenikmatan mencermati perkara yang mendatangkan keridhaanMu kepadaku.

Tips sukses menghafal Al-Qur’an

  1. Tentukan target hafalan. Sebelum menghafal tentukan target hafalan yang akan dicapai selama satu tahun, kemudian diperkecil lagi dengan menargetkan hafalan selama satu semester dari tahun tersebut, kemudia targetkan lagi dari satu semester tiap bulannya harus mencapai target berapa? Jika sudah terbayang berapa target sebulan maka dipersempit lagi target nya menjadi target harian.
  2. Menggunakan satu mushaf, untuk mempermudah penghafal Al-Qwur’an mengingat letak huruf, waqaf dan hukum Qur’an yang terkadang ada perbedaan tiap mushaf (tata letaknya).
  3. Cari waktu untuk menghafal. Biasanya waktu subuh atau ba’da isya. Namun waktu paling optimal adalah sepertiga malam akhir dan siang hari.
  4. Usahakan ketika menghafal kondisi hati sedang senang dan tenang. Banyak minum air putih tarik napas. Secara kesehatan ketika susana hati lagi senang, otak lagi tetang maka otak kanan (yang berfungsi untuk mengingat) akan terbuka sehingga hati dan otak akan berkesinambungan menerima apa yang dibaca dan dilihat. Banyak minum air putih/bening juga berfungsi untuk memperlancar peredaran darah.
  5. Usahakan sering mendengarkan murotal berkaitan ayat yang kita hafal dalam sehari itu sesuai target harian.
  6. Jangan pindah hafalan sebelum bener² hafal. Kalau hafalan belum mutqin jangan pindah. Pakai hafalan untuk bacaan dalam sholat/baca ketika beraktivitas.
  7. Lakukan secara Istiqomah sampai 30 juz.
  8. Kunci sukses nya adalah jangan pernah putus asa.

Cara menghafal Al-Qur’an dengan metode 4T+1M

  • Tahsin, sebelum bacaan standar maka jangan menghafal Al-Qur’an.
  • Talqin atau tasmi’
  • Tafahum, dengan membaca artinya kalau perlu di tadabburi tiap ayatnya
  • Tikrar (dibaca dan diulang², jangan langsung dihafal. Tapi melalui proses tikrar 20-40 kali)
  • Taktub (menulis Al-Qur’an)
  • Murajaah (sediakan waktu khusus)