Nilai-nilai Manajemen Risiko Terhadap Perbankan Syariah

0

Bank syariah akan selalu dihadapkan dengan berbagai jenis risiko yang kompleksitas yang bermacam serta akan melekat pada kegiatan usahanya, risiko yang terdapat diperbankan syariah merupakan suatu kejadian potensial, baik dapat dipredeksikan maupun tidak dapat diprediksikan yang akan berdampak negatif terhadap pendapatan serta permodalan diperbankan syariah. Penerapan manajemen risiko terhadap perbankan syariah akan memberikan dampak positif serta manfaat baik kepada perbankan maupun otoritas pengawasan perbankan. Manajemen risiko dibutuhkan untuk mengindentifikasi, mengukur dan mengendalikan berbagai macam risiko. Oleh karena itu bank syariah harus dapat mengindentifikasikan setiap risiko yang dihadapi bank tersebut.  

Masa depan industri perbankan syariah akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk memberikan suatu perubahan didalam dunia keuangan. Fenomena globlisasi dan perubahan informasi dan teknologi, menjadikan ruang lingkup perbankan syariah sebagai lembaga keuangan yang telah melampaui batas perundang-undangan suatu negara. Impilikasinya adalah, sektor keuangan menjadi semakin dinamis, kompetitif dan kompleks. Terlebih lagi adanya pertumbuhan merger lintas segmen, akuisisi dan konsolidasi keuangan, yang membaurkan risiko unik tiap segmen dari industri keuangan tersebut.

Dalam rangka meminimilisasi risiko yang dapat menyebabkan kerugian bagi bank, maka bank harus menerapkan manajemen risiko, yaitu rangkai-rangkaian prosedur serta metode yang digunakan untuk mengindentifikasi, mengukur, melihat, dan mengontrol risiko yang muncul dari kegiatan usaha bank tersebut. Sasaran kebijakan manajemen risiko adalah mengindentifikasi, mengukur, serta melihat dan mengontrol aktifitas kegiatan usahanya dengan tingkat risiko yang wajar secara terarah, terintegrasi, dan berkesinambungan. Dengan begitu manajemen risiko berguna sebagai filter atau pemberi peringatan dini terhadap kegiatan usaha bank.

Manajemen risiko pada perbankan syariah mempunyai sifat yang berbeda dengan bank konvensional, terutama karena adanya berbagai jenis risiko yang melekat hanya pada bank-bank yang beroperasi secara syariah. Dengan demikian, perbedaan antara bank syaraih dan bank konvensional bukan dilihat dari bagaimana cara mengukur, melainkan pada apa yang dinilai. Perbedaan tersebut akan terlihat dari proses manajemen risiko operasional perbankan syariah yang meliputi indentifikasi risiko, penilaian risiko, antisipasi risiko, dan monitoring risiko.

Manjemen risiko yang efektif di bank syariah harus mendapat perhatian khusus. Namun bank syariah memiliki banyak masalah yang kompleks yang perlu lebih dipahami. Secara khusus, risiko yang dihadapi bank syariah hampir dalam jumlah tak terbatas.dalam menyediakan dana, bank menggunakan culture norma islam yang diperbolehkan seperti pembiayaan PLS dan non PLS. dengan begitu diperlukan solusi dan saran serta inovasi yang dibutuhkan risiko agar dapat menstabilkan problem yang terdapat lembaga keuangan syariah.

Penerapan manajemen risiko bagi bank umum syariah dan unit usaha syariah, terdapat sepuluh (10) risiko yang harus diolah oleh bank syariah. Kesepuluh jenis risiko tersebut antara lain: risiko kredit, risiko pasar, risiko operasioanal, risiko likuiditas, risiko reputasi, risiko investasi, risiko kepatuhan, risiko hukum, risiko reputasi, risiko startegis dan risiko imbal hasil. Manajemen risiko merupakan suatu pembuat keputusan yang berkontribusi terhadap tercapainya tujuan perusahaan dengan menerapkan baik di tingkat kegiatan individual dandalam bidang fungsional. 

Penerapan manajemen risiko di bank syariah harus sesuai dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas usaha serta potensial bank. Kompleksitas usaha adalah berbagai jenis transaksi produk atau jasa jaringan usaha tersebut. Penerapan manjemen risiko dapat meningkatkan sharchholder value, memberikan sebuah gambaran kepada pengelola bank mengenai kemungkinan kerugian bank dimasa mendatang, meningkatkan metode dan proses pengambilan keputusan yang efektif yang berdasarkan dalam ketersediaan informasi, yang digunakan sebagai pengukuran yang lebih akurat mengenai kinerja bank.

bagi dunia perbankan dapat meningkatan share value, yang memberikan gambaran kepada pengelola bank terkait kemungkinan kerugian bank dimasa mendatang. Kemudian meningkatkan metode dan proses pengambilan yang didasarkan dalam ketersediaan informasi, yang digunakan sabagai alat pengukur yang lebih akurat mengenai kinerja bank, kemudian digunakan untuk menilai risiko yang melekat pada instrument atau kegiatan usaha bank yang relatif kompleks serta dan menciptakan infrastuktur manajemen risio yang kokoh dalam rangka meningkatkan daya saing bank.

Oleh karena itu perlu adanya manjemen risiko didalam didunia perbankan syariah yang sangat berpengaruh untuk mengindentifikasikan, melihat, mengukur serta mengontrol kinerja di bank syariah tersebut.

Nama: Uun Agustina Mahasiswa STEI SEBI

Institusi: STEI SEBI