Nunggak Pembayaran Listrik, Kena Sanksi Pemutusan

0

Depok – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sawangan mengambil langkah tegas terhadap tunggakan listrik pelanggan di wilayah Desa Cogreg di Kecamatan Parung dan Desa Ciseeng di Kecamatan Ciseeng.

Hal ini dilakukan, sejak (21/11) jumlah tunggakan pelanggan mencapai hingga 700 pelanggan.

“Secara rutinitas kita lakukan pemutusan sambungan bagi mereka yang menunggak pembayarannya,” ungkap Manajer PLN ULP Sawangan Ferdinand.

Menurutnya, pemutusan sambungan listrik dilakukan sementara mulai dari tunggakan satu bulan.

Beberapa pelanggan merasa kaget ketika didatangi petugas PLN karena listriknya mau diputus masih belum lewat bulan dan itu sudah terbiasa bayar listrik di akhir bulan.

” Mereka baru tahu kalau aturan PLN batas bayarnya hanya sampai tanggal 20, bukan tanggal 30″, katanya.

Ada beberapa pelanggan yang akan diputus listriknya namun mereka sudah membayar secara kolektif sejak tanggal 10 November. Setelah ditelusuri ternyata oleh kolektornya selalu dibayarkan di akhir bulan dan uangnya digunakan serta diputarkan untuk keperluan yang lain.

Ada juga pelanggan yang akan diputus padahal sudah membayar dan punya buktinya. Hanya saja setelah ditelusuri ternyata salah membayar milik orang lain.

“Masa pembayaran listrik itu dari tanggal 1 sampai 20 setiap bulannya. Jadi kalau sampai tanggal 20 pelanggan belum membayar listrik, pada tanggal 21 sudah langsung diputus aliran listriknya sementara,” kata Ferdinand.

Menurut Ferdinand, pemutusan aliran listrik untuk penungak tagihan satu bulan dilakukan dengan cara menyegel MCB. Kemudian jika selama dua bulan tidak juga dibayar setelah pemutusan aliran listrik.

Pihak PLN akan mencabut langsung MCB yang terpasang pada kwh meter PLN. Namun jika pelanggan menunggak 3 bulan, maka kWh meter milik PLN akan dibongkar dan jika pelanggan akan menyambung listriknya kembali akan dikenakan biaya pemasangan listrik baru serta melunasi tunggakan yang belum terbayar. (DOT)