Oknum Wartawan Situbondo Dikecam Warga

0

SITUBONDO – Banyaknya pihak yang mengklaim terkait kinerja dari salah satu oknum wartawan Online di Situbondo itu, Tenyata tidak pernah menyurutkan semangat kerjanya dalam menebar opini konflik tanpa memperhatikan kode etik selaku Jurnalis.

Terbukti kali ini yang jadi sasaran justru LSM Gp Sakera yang sempat menjadi wadah Media tersebut dalam naungan S-One, akan tetapi entah mengapa kali ini malah Organisasi itu yang dijadikan target oleh media yang sempat melambung namanya dibawah organisasi S-One.

Sehingga hari ini, Gp Sakera bersama S-One adakan Konferensi Pers untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan yang dilakukan oleh salah satu Media online di Situbondo yang berjudul ” Isu Kades Peleyan Berikan Uang Rp.25 Juta Pada GP Sakera, menjadi terang benderang.

Sebut saja. Moh. Shodik, merupakan oknum yang disebut oleh Medianya menulis pemberian Uang oleh Kepala Desa Peleyan sebesar Rp. 25 Juta kepada Gp Sakera, dengan tegas mengatakan kalau Ia telah dirugikan oleh oknum wartawan melalui pemberitaan yang bersifat Opini.

” Walaupun nama Kami tidak disebut dalam tulisan itu, namun, perlu saya jelaskan disini bahwa obrolan yang saya lakukan dengan oknum wartawan tersebut saat itu hanya obrolan biasa dan saya juga sudah bilang ini hanya sebatas opini jangan di jadikan berita dulu. ” Tuturnya pada Sketsa Jum’at (13/04),saat konferensi Pers seraya meminta Maaf pada Gp Sakera.

” Akan tetapi, Ungkap shodik,” Dari profesionalnya Oknum Wartawan tersebut malah langsung muncul berita tanpa mengkonfirmasi terlebih dulu kepada saya, terkesan ada dendam pribadi sama Gp Sakera, karena itu bukan hasil wawancara namun hanya opini yang di tulis oleh penulis, seharusnya Oknum wartawan itu melakukan dan mencari kebenaran terlebih dahulu, ini kan sama dengan Media Rumpi atau Media Gosip kalau cara pencarian beritanya seperti itu. ” Tuturnya

Dirinya merasa sangat dirugikan dan merasa telah diadu domba dengan Gp Sakera oleh oknum wartawan tersebut. ” Untuk itu Kami minta agar Wartawan dan Media tersebut meralat dan meminta maaf secara terbuka melalui medianya meskipun tidak di sebutkan nama saya, tapi hal itu sudah menyudutkan Kami, Dan jika tidak meralat dan meminta maaf maka saya akan menempuh jalur Hukum. ” Tegas Sadik dengan nada geram ketika Konferensi Pers.

Ditempat yang sama, salah satu Anggota Gp Sakera, Achmat Fathoni, menegaskan, ” Dengan pemberitaan tersebut jelas ini adalah upaya untuk melakukan pembunuhan karakter bagi kami GP Sakera ( Gerakan Perlawanan Situbondo Anti Korupsi, Edukasi, Resistensi dan Advokasi ), dan ini tidak bisa kita diamkan karena kami selalu menekankan untuk tidak melakukan transaksional kasus, jangankan hanya 25 Juta, Kami pernah ditawari Rp. 400 Juta agar kami keluar dari kasus yang kami kawal, Namun itu kami tolak, jadi jelas kami sangat marah dengan adanya opini salah satu media bukan berita, karena tidak memenuhi unsur. ” Ujar Fatoni salah seorang anggota GP Sakera dengan muka marah.

Senada dengan yang dituturkan oleh Ketua Umum Gp Sakera yaitu Syaiful Bahri, Dirinya secara pribadi dan juga selaku Ketua Umum di GP Sakera setelah mendengar penjelasan Sadik, Ia menerima permintaan maaf dari Sadik. Dan permintaan Sadik agar Media dan oknum wartawan itu agar meminta maaf pada dirinya adalah hak dari Sadik.

” Dan semoga ini menjadi pelajaran untuk semua wartawan agar bisa menjalankan Profesi kewartawanan secara baik, jangan selalu melakukan pengolahan Opini apalagi melakukan perekaman tanpa meminta ijin dari nara sumber dan juga tujuan perekaman, karena fungsi wartawan itu hanya memberitakan bukan melakukan penjebakan-penjebakan ” Ujar Bang Ipoel kepada S – One

(Hfz / Hsn)