Oktober, Nilai Tukar Petani Jatim Turun

0

Jatim – Oktober 2019, Nilai Tukar Petani (NTN) Jawa Timur turun sebesar 0,24 persen dari 110,00 menjadi 109,74. Hal ini dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,19 persen, dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,05 persen.

“Salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan adalah indikator Nilai Tukar Petani (NTP),” ujar Kepala badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, saat dikonfirmasi JNR Kominfo Jatim, Jumat (29/11)

Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2018, perkembangan NTP Bulan Oktober 2019 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 1,59 persen. Sedangkan NTP bulan Oktober 2019 dibandingkan bulan Desember 2018 (tahun kalender Oktober) mengalami kenaikan sebesar 1,04 persen.

Tetapi jika dilihat perkembangan masing-masing sub sektor pada bulan Oktober 2019, dua sub sektor pertanian mengalami penurunan NTP, sedangkan sisanya mengalami kenaikan. Sub sektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,93 persen dari 101,24 menjadi 98,27, dan sub sektor peternakan sebesar 0,76 persen dari 113,35 menjadi 112,49.

Sedangkan sub sektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar adalah sub sektor tanaman pangan sebesar 0,93 persen dari 115,27 menjadi 116,34, diikuti sub sektor perikanan sebesar 0,43 persen dari 115,64 menjadi 116,13, dan sub sektor hortikultura sebesar 0,20 persen dari 102,00 menjadi 102,21.

Dari lima Provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan Oktober 2019, empat provinsi mengalami kenaikan NTP sedangkan satu mengalami penurunan. Kenaikan NTP terbesar terjadi di Provinsi Banten sebesar 0,67 persen, diikuti Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,41 persen. Provinsi Jawa Barat sebesar 0,35 persen, dan Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,31 persen. Sedangkan NTP Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 0,24. Persen. ( Yoyok/Ningsih )