Operasi Senyap Satpol PP Depok, 3 PSK Diamankan

0
3 PSK Yang Diamankan di Bawah Fly Over Jalan ARH

DEPOK – Satpol PP Kota Depok kembali melakukan operasi senyap tempat hiburan malam dan razia minuman keras di sejumlah titik di wilayah Kota Depok, Selasa (29/5/2018) malam hingga Rabu (30/5/2018) dinihari.

Hasilnya didapati masih ada panti pijat yang beroperasi di bulan Ramadan ini, yakni panti pijat Green Spa yang berada di bawah fly over (FO) di Jalan Arif Rahman Hakim, Beji, Depok.

Dari tempat tersebut, petugas mengamankan 3 perempuan pekerja seks komersil (PSK).

Selain itu Satpol PP Depok juga menyita 60 botol miras pabrikan ilegal dari sejumlah warung jamu yang ada di Depok.

Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto kepada Wartawan, Rabu (30/5/2018).

“Untuk 3 perempuan PSK yang kami amankan dari panti pijat yang masih beroperasi di bulan Ramadan, kami data dan kami beri pembinaan singkat sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing,” kata Yayan.

Diharapkannya, para perempuan PSK itu tidak mengulangi perbuatannya, paling tidak selama Ramadan ini.

Sementara itu, ujar Yayan, pemilik dan pengelola panti pijat diberi peringatan keras agar tidak kembali membuka usahanya selama Ramadan ini.

“Jika masih juga beroperasi di bulan Ramadan, dalam pemantauan kami ke depannya, maka bukan tidak mungkin tempat usahanya kami segel,” kata Yayan.

Menurutnya saat ini pengelola dan pemilik panti pijat akan diajukan ke pengadilan karena melakukan tindak pidana ringan (tipiring) berupa pelanggaran Perda Depok mengenai ketertiban umum dan Perda Depok tentang kepariwisataan.

Hal itu kata Yayan juga diterapkan ke sejumlah pemilik warung jamu yang kedapatan masih menyediakan miras di bulan Ramadan ini.

“Dalam operasi senyap pemantauan kami, petugas kami juga memantau tempat karaoke Inul Vista dan Diva Karaoke di Cinere, Depok. Alhamdulilah, mereka mematuhi aturan dan tidak beroperasi selama Ramadan ini,” ujarnya.

Yayan menjelaskan jauh-jauh hari sebelum Ramadan, Wali Kota Depok sudah mengeluarkan instruksi dan surat edaran ke seluruh tempat hiburan malam di Depok agar tidak membuka tempat usahanya selama Ramadan.

Larangan beroperasinya usaha hiburan malam di Depok selama Ramadan, kata Yayan tertuang dalam Perda Depok Nomor 16 Tahun 2013 tentang Kepariwisataan.

Dimana di Pasal 46 ayat 7 Perda tersebut menyebutkan bahwa khusus bagi bar, kelab malam, diskotik, karaoke/rumah bernyanyi, pub, panti pijat, rumah biliard, spa dan sanggar seni budaya tradisional yang bersifat usaha dan hiburan, dilarang mengoperasikan kegiatan usahanya pada bulan suci Ramadan dan hari-hari besar keagamaan.

“Karenanya tidak ada alasan bagi pengelola tempat hiburan malam yang masih membuka usahanya di Ramadan ini. Kedepan selama Ramadan, pemantauan dalam operasi senyap ini akan terus kami lakukan,” kata Yayan. (Boy)