Panglima TNI Lantik 185 Perwira Karier

0
Ist: Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melantik 185 perwira Prajurit Karier (PK) di lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jumat (15/11/2019).

MAGELANG ‐ “Selaku Panglima TNI dan pribadi, saya ucapkan selamat kepada para Perwira Remaja sekalian. Selamat atas telah selesainya Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI Khusus Tenaga Kesehatan dengan baik dan lancar,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, saat memimpin Prasetya Perwira dan Pelantikan Perwira PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan Tahun 2019 di lapangan Sapta Marga Akademi Militer Magelang, Jumat (15/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut Panglima TNI melantik dan mengambil sumpah 185 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI Khusus Tenaga Kesehatan TA 2019.

Perwira Prajurit Karier TNI merupakan Perwira yang bersumber dari Sarjana dan Diploma yang direkrut untuk menjadi prajurit TNI dalam bidang Kesehatan.

Sebanyak 185 Perwira TNI yang diambil sumpahnya itu terdiri dari TNI AD 102 personel (73 pria  dan 29 wanita), TNI AL 50 personel (34 pria dan 16 wanita) dan TNI AU 33 personel (27 pria dan 6 wanita).

Lulusan terbaik pria memperoleh anugerah Trisura Jalu Wiratama. Sedangkan untuk wanita memperoleh anugerah Trisura Wanodya Wiratama.

Lulusan terbaik pria diraih oleh Letda Ckm dr. Reyner Sebastian Mulyadi. Sedangkan lulusan terbaik wanita diraih oleh Letda Ckm dr. An’ Umillah Arini Zidna.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melantik 185 perwira Prajurit Karier (PK)

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Pendidikan pertama di Lembah Tidar merupakan Kawah Chandradimuka yang menyiapkan perwira-perwira TNI yang profesional. Tentunya profesionalitas para perwira akan ditempa lagi di pendidikan selanjutnya serta berbagai penugasan yang menanti. Tugas-tugas yang menantang namun mulia sudah menunggu para perwira remaja di berbagai kesatuan di seluruh penjuru tanah air.

“Saya katakan sebagai tugas yang menantang karena perkembangan strategis dunia, kawasan Asia Tenggara, maupun dalam negeri sangat dinamis. Spektrum ancaman yang dihadapi TNI semakin kompleks dengan sifatnya yang eskalatif, mixed, dan tempo yang cepat, namun durasinya dapat berlangsung cukup lama,” tegas Panglima.

Panglima TNI juga menekankan agar para perwira kesehatan harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan wawasan dan kemampuan, mencermati perkembangan lingkungan dan tantangannya, seraya tetap membina satuan dan anggota secara dekat dan terus menerus.

“Terapkan kepemimpinan lapangan yang dialogis, interaktif dan komunikatif, dengan senantiasa hadir di tengah-tengah prajurit, guna memperkuat soliditas satuan dan meningkatkan profesionalitasnya,” ujarnya.

Para perwira nantinya dituntut untuk dapat bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa, karena penanganan secara komprehensif membutuhkan sinergi dan koordinasi yang baik.

“Para perwira juga dituntut untuk mampu memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi secara positif, dan tidak larut begitu saja. Untuk itu, kode etik Perwira “Budhi Bhakti Wira Utama”, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI, harus menjadi  karakter yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas, dimanapun kalian ditugaskan. Untuk itu ikuti pendidikan dan latihan selanjutnya dengan baik,” tegas Panglima.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakasad, Wakasal, Danjen Akademi TNI, Dankodiklat TNI, Dankodiklat TNI AD, Gubernur Akademi Militer serta segenap Pejabat TNI dan Pejabat Daerah. (*)