Pedagang Kecil Tetap Berjualan demi Memenuhi Kebutuhan Keluarga saat Pendemi Covid-19

0

Sketsa – Wabah Covid-19 telah menyerang dunia, termasuk indonesia telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas. Penerapan Sosial Distancing dan Work From Home mulai diterapkan demi menekan atau memutus penularan virus corona. Sejak wabah Covid-19 merebak di Indonesia, banyak sektor ekonomi yang ikut terdampak. Apalagi sejak pemerintah menyerukan untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah, kegiatan masyarakat di luar rumah pun menjadi terbatas.

Hal ini berimbas pada para pembisnis dan pedagang kecil lainnya. Dan tak sedikit pula usaha yang harus tutup sementara karena wabah covid-19 ini. Dampak dari pandemi COVID-19 membuat banyak masyarakat memilih untuk berdiam diri di rumah saja. Meski demikian, masih ada orang-orang yang terpaksa harus tetap keluar rumah demi menyambung hidup.

Salah satunya adalah Ibu Maryam. Di tengah ketakutan akan tertular COVID-19, Ibu Maryam tetap harus berjualan sayuran di Simpangan jalan tidak jauh dari rumahnya Bekasi, Jawa Barat. Alhasil, setiap pagi Ibu Maryam masih harus pergi ke pasar untuk belanja sayur keperluan dagangannya di tengah sosialisasi social distancing pemerintah.

“Kalau sehari aja gak jualan, gak akan ada pemasukan untuk kebutuhan keluarga perharinya. Kata Bu Maryam

Ketika social distancing, semestinya orang harus menjaga jarak sekira 1-2 meter dalam beraktifitas. Namun Ibu Maryam kesulitan melakukan hal itu, karena saat belanja bahan dagangan situasi di pasar ramai dan saat berjualan di simpangan jalan sudah pasti masih ada kendaraan yang berlalu-lalang, sehingga kita pun tau bahwa pasti akan ada bahaya disekelilingnya.

Ibu Maryam mengaku sebenarnya agak takut saat bejualan sayur di simpangan jalan ini. Tapi faktor ekonomi, mengharuskan Bu Maryam untuk tetap berjualan agar bisa menyambung hidup.

Takut juga, tapi ini hidup yang harus dijalani, kata Bu Maryam.

Selain masalah ekonomi, beberapa pelanggan pun memaksa Ibu Maryam untuk tetap berjualan. Pelanggan Ibu Maryam banyak, karena sayur yang dijualnya masih segar-segar dan dijamin higienis.

Sebagai antisipasi, Ibu Maryam menggunakan masker saat berjualan. Langkanya masker bedah membuat Ibu Maryam memilih untuk menggunakan masker kain.

Tentu saja banyak pedagang-pedagang kecil atau pekerja harian lain di luar sana yang juga memilih tetap berada di luar rumah karena desakan ekonomi. Apalah daya, tuntutan perut lebih kuat dibanding ancaman COVID-19.

Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, rejeki dan dijauhkan dari wabah yang mematikan ini.
#berkah bareng #bantupedagangkecil #insyaaAllahberkah #dirumahaja

Riri Wulandari
Mahasiswa STEI SEBI, jurusan Manajemen Bisnis Syariah