PEGAWAI HONORER ASAL SEKARPUTIH DITUNTUT 8 BULAN PENJARA OLEH JPU

0

BONDOWOSO| Sketsaonline. com – Tersangka tindak pidana pencurian ribuan Bilik Suara di Gudang KPUD yang berada di Kel. Sekarputih Kec.Tegalampel kini oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) di tuntut hukuman 8 Bulan Penjara.

Tuntutan JPU tersebut di bacakan saat sidang ke 3 kasus pencurian Bilik Suara yang menyeret seorang tersangka yakni Rony Hayu Amaliyah (34) Warga Kel. Sekarputih Kec. Tdgalampel, di Pengadilan Negeri Bondowoso Selasa ( 19/03 ).

JPU Ardian Wahyu Hastono SH mengatakan, kalau perbuatan terdakwa melanggar Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang pencurian.

“Terdakwa terlebih dahulu membuka gembok kunci gudang yang telah terdakwa kuasai atau pegang.Dan Terdakwa mengambl bilik suara, kemudian memasukkan kedalam Mobil Toyota Kijang milik Terdakwa, dan dijual oleh terdakwa,” Ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ketua majelis hakim Khusairi SH, MH, mempertanyakan kepada terdakwa, apakah menerima atau keberatan atas tuntutan JPU.

Kemudian terdakwa meminta keringanan bahkan menyesali semua perbuatannya. “Saya minta keringanan dan tuntutan hukuman kurang dari 8 bulan penjara. Kasian anak dan istri saya, ” Tutur Terdakwa yang masih merupakan pegawai Honorer di KPUD Bondowoao itu.

Dan Ketua majelis hakim akhirnya belum memutuskan namun persidangan akan kembali digelar minggu depan. Ia juga meminta terdakwa mengajukan keringanan kepada JPU.

Sementara itu, Informasi yang dihimpun di SIP Pengadilan Negeri Bondowoso, menyimpulkan bahwa bilik suara dijual oleh Rony kepada Pak Hudin yang bertemu terdakwa di depan SPBU Nangkaan. kemudian terdakwa memperoleh uang sebesar Rp. 20 juta dan dipergunakan untuk membayar sewa tenda miliknya yang dirasa belum dibayarkan oleh KPUD.

Selebihnya Uang tersebut untuk membayar karyawan sewa tenda serta digunakan untuk keperluan sehari-hari. Hingga KPU mengalami kerugian kurang lebih Rp 118 juta. ( Bam” S ).