Pelaku Usaha Aqua Galon Abal-abal Divonis 12 Bulan Penjara

0

Exif_JPEG_420Depok – Sketsa Online

Majelis Hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok DR. Syahlan, SH, MH, menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa pelaku usaha Aqua galon abal-abal dengan pidana penjara selama satu tahun atau 12 bulan penjara, Selasa (27/9) kemarin. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok Dian Anjari, SH, menuntut terdakwa berupa pidana penjara selama satu tahun dan tiga bulan atau 15 bulan penjara.

Nomor Perkara 403/Pid.Sus/2016/PN Depok atas nama terdakwa Aria Setya alias Yayan dijerat JPU dengan Dakwaan tunggal yaitu, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 9 huruf (c) dan (d) jo Pasal 62 Ayat (1) UU RI Nomor 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Terdakwa ditangkap pada hari Senin, tanggal 14 Mei 2016 sekira pukul 15.30 wib bertempat di Jalan Rawajati RT.01/RW.04 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok.

Dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa diketahui, air di dalam galon merk aqua yang dijual terdakwa merupakan air hasil penyulingan dari Bogor dan galon air merk aqua yang digunakan terdakwa dalam dagangannya adalah galon aqua asli yang dibeli terdakwa dari penjual barang bekas atau dari warga dan bukan dibeli dari Perusahaan Aqua.

Selain itu, terdakwa juga mengakui, tutup galon merk aqua yang digunakan terdakwa untuk memasarkan usahanya merupakan tutup galon merk aqua palsu. Ironisnya, terdakwa menyadari perbuatanya itu salah dan melanggar hukum. Sebab, terdakwa di dalam ruang sidang yang terbuka dan dibuka untuk umum menyatakan, usahanya tersebut tak memiliki izin dan air penyulingan yang dijualnya itu tidak pernah diuji di Laboratorium layak atau tidak untuk dikonsumsi masyarakat.

Maka, atas perbuatanya, JPU menjerat perbuatan terdakwa dengan Pasal 9 huruf (c) dan (d) jo Pasal 62 Ayat (1) UU RI Nomor 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sementara itu, Majelis Hakim yang memimpin persidangan menyatakan, sependapat dengan JPU.

Perlu diketahui, dalam UU RI Nomor 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di dalam Pasal 9 huruf (c) dinyatakan, Barang dan atau jasa tersebut telah mendapat dan atau memiliki sponsor, persetujuan, perlengkapan tertentu, keuntungan tertentu, ciri-ciri kerja atau aksesori tertentu ; Pasal 9 huruf (d) berbunyi, Barang dan atau jasa tersebut dibuat oleh perusahaan yang mempunyai sponsor, persetujuan atau afiliasi. Selanjutnya, dalam Pasal 62 Ayat (1) menegaskan, pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ; Pasal 9 ; Pasal 10 ; Pasal 13 Ayat (2) ; Pasal 15 ; Pasal 17 Ayat (1) huruf a, b, c ; Ayat (2) ; dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak dua milyar rupiah,(Jan)