Peluang di masa pandemi? Ada kah?

0

Oleh : Anita rosiyanti Mahasiswa STEI SEBI

Hari ini dunia telah ditaklukan oleh makhluk kecil tak kasat mata, ya virus corona yang bermula dari kota Wuhan, China. Hal ini berdampak besar pada aspek kehidupan. Mulai dari tingkat kesehatan, mentalitas masyarakat yang tertahan, dan yang paling berdampak selanjutnya adalah ekonomi negeri yang menurun. Banyak hal yang berpengaruh, mulai dari work from home, belajar online, hingga lonjakan nilai kurva dolar yang meninggi. Hal ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama masyarakat kalangan bawah yang hanya mengandalkan penghasilan sehari-hari, seperti para pedagang kecil.

Disaat orang lain menahan diri keluar rumah, mereka keluar rumah untuk mencari nafkah. Bukan berarti mereka tak takut, bukan pula karena mereka tak paham. Sesungguhnya, mereka sangat ingin berdiam di rumah saja menjaga diri bersama keluarga. Jika mereka tak keluar mereka tak kan mendapatkan penghasilan. Mereka memberanikan diri keluar melawan kekhawatiran. Jika mereka tak keluar, takan ada makanan, sedangkan mereka sangat membutuhkan. Dan inilah fakta kehidupan.

Beberapa waktu lalu, saya sempat bertanya kepada salah seorang tukang sayur keliling di Desa Mekarsari. Ia biasa disapa Keneng. Ada hal menarik yang saya dapat darinya. Di tengah masa pandemi ini ia justru mendapat banyak pelanggan. Baginya, ini merupakan peluang untuk berjualan, walaupun hasilnya tidak terlalu besar, namun ia masih bisa memenuhi kebutuhan. Peluang berjualan sayur dan kebutuhan pangan di masa pandemi ini sangatlah besar, karena tingginya permintaan konsumen yang membutuhkan bahan pangan tanpa harus keluar.

Ia hanya menyatakan bahwa kendala yang dihadapi saat ini hanya pada lingkupan yang kecil. Untuk itu, saya membantu memberikan solusi berupa membuatkan posdig, yang akan memudahkan apabila ada konsumen yang membutuhkan. Sambil di rumah aja, para konsumen masih bisa memesan sayuran dan bahan makanan tanpa harus kehabisan. Mba keneng pun dapat berjualan menyesuaikan permintaan, dengan cakupan yang luas tentunya.

Dari apa yang telah kita baca, dapat kita simpulkan bahwa di masa pandemi ini ada banyak sekali kerugian yang ditimbulkan. Namun tak lupa, bahwa di setiap kesempitan pasti ada kemudahan. Dengan melihat peluang, para pedagang kecil sebaiknya beralih barang dagangan sementara menyesuaikan keadaan saat ini.

Dengan bantuan teknologi, jangkauan akan semakin jauh dan membantu. Dan untuk masyarakat yang memiliki rezeki lebih, sekarang adalah saat yang sangat tepat untuk berderma, membantu sesama dalam memenuhi kebutuhan. Jangan lupakan tetangga sekitar, membantu dari hal terkecil kepada orang terdekat. Utamakan pedagang kecil, karena membeli sama dengan membantunya. Semoga masa pandemi ini segera berlalu. Menyisakan hikmah dan pelajaran untuk masa depan. Aamiin.