Pelukan Haru Kasatpol PP Depok untuk si Mbah, yang Rumahnya Ditertibkan di Lahan UIII

0
Ist: Muhammad Fahmi.

DEPOK – Di tengah hiruk pikuk pelaksanaan pengamanan penertiban lahan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cisalak, Sukmajaya, Depok, sebuah pemandangan haru terlihat antara seorang ibu, pemilik bangunan yang ditertibkan dengan Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny. Ibu tersebut akrab disapa Mbah.

Kejadian berawal ketika tim penertiban tiba di sekitar lokasi rumah si Mbah, yang saat itu sibuk memindahkan barang berharga miliknya ke depan rumah.

Kasatpol PP Lienda Ratnanurdianny yang memimpin tim penertiban, langsung memerintahkan anggotanya untuk membantu si Mbah berkemas, memindahkan barang berharga milknya ke depan rumah.

Kasatpol PP, Lienda langsung menghampiri si Mbah.

“Assalamualaikum ibu..Apa kabarnya,” sapa Lienda membuka perbincangan.

“Waalaikum salam neng cantik. Alhamdulillah baik kabarnya. Panggil saja Mbah. Mohon maaf nih Mbah nggak terlalu lancar berbahasa Indonesia nih. Tapi kalau bahasa jawa Mbah lancar,” jawab Mbah dengan logat jawa yang kental, lugu dan penuh kehangatan.

Lienda kemudian melanjutkan perbincangan dengan wanita yang memiliki 3 anak tersebut.

“Mbah sudah ada info terkait dengan kegiatan kami kah?” tanya Lienda sambil merangkul pundak mbah.

“Iya sudah dapat info neng. Mbah sudah ikhlas untuk pindah dari tempat ini, makanya sekarang lagi mindah mindahin barang nih neng,” jawab mbah lagi dengan suara tegar sambil menatap para petugas yang sudah berdiri di depan rumahnya.

Si Mbah kembali melanjutkan curhatannya kepada Lienda.

Menurut pengakuannya kepada Lienda, seusai ia berkemas yang dibantu oleh tim evakasi, dirinya akan pindah ke rumah anaknya di sekitar lapangan Sanca, Sukamaju Baru, Tapos, Depok. Ia akan meneruskan kesehariannya sebagai pengumpul barang bekas.

“Mbah sadar bahwa lahan yang sekarang ditempati adalah bukan lahan pribadi Mbah, tapi katanya milik negara ya neng,” kata Mbah kepada Lienda.

Dengan nada lembut, Lienda menjelaskan bahwa tanah tersebut adalah milik negara dengan setifikat hak pakai milik Kemeterian Agama RI. Nantinya di lahan tersebut, kata Lienda, akan dibangun Universitas Islam terbesar di Asia yaitu Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

“Mbah izin, mohon maaf banget nih, rumahnya boleh kita bongkar ya?” pinta Lienda dengan penuh kelembutan.

“Iya neng cantik, bongkar saja, nggak apa apa. Mbah sudah terima takdirnya harus pindah dari sini dan Insya Allah akan berkumpul dengan keluarga dan anak-anak setelah sekian tahun mbah hidup sendiri disini,” jawabnya haru.

Mendengar jawaban Mbah, Lienda pun haru.

Lienda sangat mengapresiasi sikap legowo Mbah. Iapun memberikan apresiasi yang sebesarnya terhadap Mbah, atas kerja sama dan keikhlasannya.

Lienda merasa salut, bangga dan terharu atas sikap kooperatif dan perjuangan Mbah untuk tetap tegar melanjutkan kehidupan di masa yang akan datang.

“Saya bangga, salut dan terharu sama sikap dan perjuangan Mbah. Terima kasih ya Mbah sudah memberikan pelajaran hidup yang begitu dalam dan berarti bagi saya. Boleh saya peluk Mbah?, ucap haru dan tanya Lienda.

Pertanyaan Lienda tersebut langsung disambut dengan pelukan haru dan membahagiakan dari Mbah yang rumahnya ditertibkan.

Mbah memeluk Lienda begitu erat, seperti lama tidak bertemu. Demikian juga Lienda, seperti memeluk ibu kandungnya sendiri.

Para petugas Satpol PP, Linmas, TNI dan Polri yang ikut menyaksikan kejadian tersebut, pun turut haru dan bahagia.

“Hampir selama sepekan kegiatan penertiban, baru kali ini kita menemukan warga seperti Mbah. Mudah mudahan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga lainnya,” kata Lienda kepada anggotanya. (*)

 

Penulis: Muhammad Fahmi